Penanganan Gangguan Urologi Semakin Canggih

Jakarta – Selain kemajuan penangan kesehatan jantung dan pembuluh darah, penanganan gangguan urologi juga semakin berkembang, gangguan batu ginjal, batu saluran kemih, atau pembesaran prostat semakin banyak.

Masalah-masalah urologi kini bisa ditangani dengan pembedahan minimal invasive bahkan non-invasive.

“Pada masalah batu di saluran kemih, pemilihan tindakan yg dikerjakan pada pasien ditentukan berdasarkan lokasi, ukuran dan macam batu yg terbentuk. Beberapa tindakan yg biasa dikerjakan seperti Extracorporeal Shockwave Lithrotripsy (ESWL). ESWL ini adalah tindakan non-invasif yg memanfaatkan gelombang kejut bagi menghancurkan batu. Jadi, tak ada sayatan sama sekali pada tubuh pasien,” kata Dokter Hery Tiera, Sp. U, dokter spesialis bedah urologi yg berpraktik di RS Pondok Indah Pondok Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Masih menurutnya, tetapi, apabila batu yg terbentuk ukurannya lebih besar dan lokasinya lebih sulit, maka diperlukan tindakan yg berbeda, seperti Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Uretheroscopy (URS), atau Litotripsi. Pemeriksaan awal dengan CT-urologi sangat dibutuhkan bagi menegakkan diagnosa dan menentukan tindakan penanganan yg tepat bagi pasien.

Selain batu ginjal dan saluran kemih, pembesaran prostat yaitu persoalan yg kadang dialami pria khususnya yg berusia di atas 50 tahun. Pemeriksaan awal bagi gangguan pembesaran prostat dikerjakan dengan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan laboratorium buat melihat fungsi ginjal, dan pemeriksaan pencitraan prostat dan saluran kemih memakai ultrasonografi (USG).

Penanganan gangguan pembesaran prostat yg ringan bisa dikerjakan dengan pemberian obat-obatan, tapi buat perkara lanjutan, tindakan minimal invasive seperti Transurethral Resection of Prostate (TURP) mampu dilakukan. Tindakan ini dikerjakan dengan teknik endoskopi tanpa sayatan, memakai kamera yg masuk melalui lubang berkemih.

Kemudian, jaringan prostat di reseksi atau di evaporasi dari dalam memakai elektroda ataupun laser fiber dengan visualisasi segera (direct vision). Pilihan tindakan penanganan buat masalah gangguan urologi bersifat individual, dan menyesuaikan keadaan masing-masing pasien.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin