Pendidikan Gizi Di Sekolah Berawal Dari Guru

Jakarta – Guru menjadi salah satu tonggak dalam pendidikan gizi seimbang di sekolah.

Menurut Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKM UI), Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD, ketika ditemui di acara Frisian Flag, Gerakan Nusantara, Jakarta, Kamis, (15/03/2018), pendidikan gizi di sekolah dasar itu memang perlu melibatkan guru sebagai pemain, aktor, dan tokoh di sekolah.

“Ini dapat membentuk sistem gizi seimbang. Satu faktor lagi yg mempengaruhi faktor gizi seimbang merupakan orangtua,” papar Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD.

Pada 2017, Frisian Flag Indonesia melaksanakan program Gerakan Nusantara sebagai upaya meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong aktivitas gerak luar ruang pada anak – anak. Gerakan ini didukung oleh ajakan menerapkan Drink.Move.BeStrong, yg menekankan pentingnya perilaku gizi yg positif dengan minum susu rutin serta bergerak aktif pada naak – anak bagi membentuk generasi kuat dan sehat.

Penyelenggaraan program Gerakan Nusantara tahun dulu disempurnakan dengan menambahkan kegiatan Training of Trainers (TOT) buat para guru dan sudah melatih 2.134 guru di 740 sekolah di delapan provinsi.

“Inilah sebuah sistem antara komponen yg saling mendukung antara orangtua, guru, murid, dan pemerintah. Melalui Gerakan Nusantara mulai membuat sebuah sistem gizi seimbang di sekolah. Informasi tentang gizi ini sangat kurang di sekolah. Sekarang, dengan melibatkan guru – guru di sekolah, jadi semakin memahami tentang gizi seimbang,” tambahnya.

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menjelaskan ada hal yg menarik dalam kegiatan Gerakan Nusantara tersebut adanya antusiasme guru dan siswa buat menggali ide tentang aktivitas apa yg mampu dikerjakan di lingkungan sekolah.

“Salah satunya ialah aktivitas membawa bekal gizi seimbang setiap Kamis yg dikerjakan oleh SD Negeri 016, Ciracas Jakarta Timur,” ujar Andrew F. Saputra.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin