Peran Albumin Agar Ibu Hamil Tak Kekurangan Gizi

Jakarta – Bagi ibu hamil, albumin menolong memenuhi asupan protein buat janin di dalam kandungan. Seperti apa?

Belum banyak masyarakat yg mengetahui albumin dan manfaatnya buat tubuh manusia. Padahal, zat tersebut menjadi salah satu unsur terpenting dalam struktur plasma darah. Banyak atau sedikitnya kadar albumin di dalam tubuh manusia mampu memengaruhi fungsi dan kerja plasma darah.

Albumin yaitu bagian dari protein plasma darah yg memiliki banyak peran seperti mengatur tekanan osmotik darah, menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, sebagai pengangkut nutrsi di dalam tubuh, dan menolong memperbaiki kerusakan jaringan sel di dalam tubuh.

“Albumin memegang peranan utama sebagai bagian dalam protein plasma darah yg berfungsi sebagai agen pengangkut nutrisi, Umpamanya seseorang telah mendapat asupan makanan yg sehat dan baik, tetapi kadar albumin di dalam tubuhnya rendah maka segala nutrisi tersebut tak dapat terangkut karena tubuhnya kekurangan albumin. Jika situasi ini terjadi pada anak yg kekurangan albumin, tentu mampu menghabat proses tumbuh kembangan badan dan otaknya karena nutrisi yg dibutuhkan tubuh tak terdistibusi secara maksimal,” kata Daniel Thian, General Manager PT Pharos Indonesia, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Kadar normal albumin dalam darah mencapai 3.4-5.4 g/dl. Albumin didapat dari hasil metabolisme protein didalam hati menjadi plasma protein. Bagi ibu hamil, albumin memiliki tugas sangat utama bagi menjaga tumbuh kembang janin dalam kandungan karena kebutuhan protein buat janin bisa terpenuhi dari protein yg dikonsumsi ibu.

Jadi seandainya ibu hamil kebutuhan albuminnya terpenuhi, bayi itu mulai berkembang secara cepat selama sembilan bulan di dalam perut. Hal ini terjadi karena kebutuhan protein buat si bayi di dalam perut terpenuhi, maka jangan sampai ibu hamil asupan makanannya kurang. Bisa dipenuhi dengan gizi yg cukup dari ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagainya,” jelas DR Dr Taufik Jamaan SpOG, ahli obstetri dan ginekologi dari RSIA Bunda.

Namun kebanyakan ibu hamil di Indonesia kekurangan gizi karena beberapa hal, merupakan kekurangan bahan makanan yg baik dan faktor muntah-muntah ketika masa kehamilan. Menurut hasil riset, sebanyak satu hingga dua ibu hamil di Indonesia mengalami kurang darah (kadar HB rendah). Jika ibu hamil terkendala memakan makanan yg bergizi oleh karena faktor muntah yg berlebihan, bisa diganti dengan suplemen albumin. Dokter juga harus mampu menyiasati agar pasien ibu hamil tetap terpenuhi gizinya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin