Perawatan Maksimal Tekan Kematian Bayi Prematur

Jakarta – Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia.

Kemudian, kelahiran bayi prematur juga banyak menjadi penyumbang terbesar angka kematian bayi. Hal ini dapat ditekan dengan cara perawatan bayi prematur yg maksimal dan alat yg memadai.

Penurnan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu sebuah indikator pembangunan kesehatan. Kematian bayi baru lahir (neonatal) mempunyai porsi sekitar 54,9 persen dari segala kematian bayi sehingga kelangsungan hidup bayi baru lahir menjadi fokus program Kementerian Kesehatan.

Menurut data, berdasarkan survei Demografi Kesehatan Indonesia pada tahun 2012, Angka Kematian Neonatal adalah 19 per 1.000 Kelahiran Hidup yg cenderung stagnan sejak satu dekade sebelumnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan, bayi prematur lahr pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Karena itu, perawatan yg dikerjakan sangat rumit dan memiliki risiko yg cukup tinggi pada awal kehidupan bayi.

“Perawatan bayi prematur dibutuhkan sarana yg lengkap dan teknologi yg canggih pada perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit),” papar Rinawati ketika ditemui di acara GE Healthcare, Jakarta, baru – baru ini.

Fasilitas inkubator menjadi salah satu penunjang perawatan bayi prematur. Nilesh Shah, General Manager of Clinical Care Solutions, GE Healthcare Africa, India and Southest Asia, menjelaskan, fasilitas premium GE Healthcare buat inkubator dan inkubator hybrid serta penghangatnya memiliki sejumlah fitur yg menyempurnakan teknologi sebelumnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin