Perhatikan, Lima Fakta Dan Mitos Tentang Diabetes

Jakarta – Ada beberapa mitos dan fakta yg perlu diketahui tentang Diabetes Melitus (DM). Penasaran apa saja?

Diabetes adalah penyakit yg berbahaya dan mematikan. Data miliki Kementerian Kesehatan yg diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 memperlihatkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan presentase sebesar 6,7 persen setelah stroke 21,1 persen, dan penyakit jantung koroner 21,9 persen.

“Sekitar 90 persen dari total perkara diabetea yaitu diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 umumnya terjasi pada orang dewasa. Namun beberapa tahun belakangan menimpa anak – anak dan remaja,” kata dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA , Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, baru – baru ini.

Kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola diet tak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik yg membuat anak memiliki berat badan berlebihan atau obesitas.

Tidak jarang banyak mitos dan fakta yg beredar di masyarakat dan membuat pembenaran. Karena itu, Anda harus benar – benar mengetahui apa saja fakta yg benar dan mitos yg salah sehingga anggapan tentang diabetes tak berkembang selalu menerus.

Berikut adalah lima fakta dan mitos yg mampu Anda cermati.

1. Mitos

Diabetes diturunkan menyilang, dari ibu ke anak lelakinya, atau dari ayah ke anak perempuannya.

Fakta

Terkena diabetes atau tak itu tergantung dari pola makan dan gaya hidup. Kalau gaya hidup yg diikuti sehat, risiko diabetes bisa dihindari.

2. Mitos

Diabetes itu penyakit orang tua

Fakta

Diabetes tak mengenal usia

3. Mitos

Terlalu banyak makan manis penyebab diabetes

Fakta

Makan yg berlebihan yg berdampak pada kegemukan dapat berakibat terjadinya DM tipe 2

4. Mitos

Diabetes dengan obat tradisional lebih baik dari obat dokter

Fakta

Obat dokter dan obat tradisional sama – sama mempunyai efek samping. Sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.

5. Mitos

Diabetes bisa dicegah dengan makan buah yg banyak

Fakta

Tidak seluruh buah bisa dikonsumsi karena sebagian buah mengandung karbohidrat, maka perlu mengatur jumlahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin