Perokok Pasif Berbahaya Bagi Ibu Hamil

WASHINGTON – Pada negara berkembang di segala dunia terutama di Asia, perokok pasif menyebabkan ribuan bayi lahir mati setiap tahun.

Paparan asap rokok selama kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir mati, malformasi kongenital, berat lahir rendah, dan penyakit pernapasan.

Mengutip dari zeenews, Sabtu, (08/09/2018), dalam penelitian terbaru, para peneliti menemukan bahwa 40 persen dari segala wanita hamil di Pakistan terpapar asap rokok – menyebabkan sekitar 17.000 bayi lahir mati dalam setahun.

Tim dari University of York mengamati jumlah kehamilan bersama dengan data paparan merokok di 30 negara berkembang dari 2008 hingga 2013. Analisis memperlihatkan bahwa di Armenia, Indonesia, Yordania, Bangladesh dan Nepal, lebih dari 50 persen ibu hamil melaporkan paparan asap rokok rumah tangga.

Di Indonesia, 10.000 bayi lahir mati terjadi setiap tahun. Di Pakistan, cuma 1 persen bayi lahir mati yg dikaitkan dengan wanita yg aktif merokok selama kehamilan, tapi buat perokok pasif, angkanya 7 persen, sebagian besar karena tingginya jumlah ibu hamil yg terpapar asap tembakau di rumah.

Pada lima dari 30 negara, paparan asap rokok rumah tangga kedua adalah dua kali lebih umum dari merokok aktif.

“Ini adalah studi pertama yg memberikan perkiraan nasional buat 30 negara berkembang pada paparan asap rokok pada kehamilan dan itu mengungkapkan persoalan besar, persoalan yg tak ditangani, “kata peneliti penting Kamran Siddiqi.

“Kami sudah memamerkan bagi pertama kalinya bahwa perokok pasif selama kehamilan jauh lebih umum daripada merokok aktif di negara-negara berkembang, terhitung lebih banyak kelahiran mati daripada merokok aktif,” tambahnya.

Melindungi ibu hamil dari paparan asap rokok bekas harus menjadi strategi penting bagi meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Mereka juga menyampaikan pekerjaan lebih lanjut diperlukan bagi mengembangkan intervensi yg efektif bagi mengurangi paparan rumah tangga terhadap asap rokok orang lain. Studi ini muncul di Jurnal Kontrol Tembakau BMJ.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin