Pilihan Makanan Pengaruhi Perkembangan Sel Kanker

New Delhi – Sejumlah penelitian tidak jarang mencatat properti dalam makanan tertentu yg bisa menolong mencegah, melawan dan mengekang kanker dan risiko potensial.

Mengutip dari zeenews, Jumat (09/02/2018), ini menyoroti pentingnya diet yg tepat, terutama selama pengobatan kanker.

Sekarang, para peneliti, termasuk salah satu yang berasal India, menyarankan diet yg mampu menolong menghentikan penyebaran mematikan macam kanker payudara.

Menurut tim peneliti, membatasi asupan makanan yg kaya asparagin termasuk susu, daging sapi, unggas, telur, ikan, kacang-kacangan, kedelai dan gandum utuh, sambil meningkatkan asupan buah dan sayuran mungkin salah satu trik yg bisa dilakukan.

Asparagin adalah asam amino-blok bangunan yg memakai sel-sel bagi membuat protein.

Temuan memamerkan bahwa membatasi asam amino Asparagin di laboratorium tikus dengan kanker payudara triple-negatif secara dramatis mengurangi kemampuan kanker buat perjalanan ke dalam tubuh.

“Studi kalian tidak mengurangi tubuh tumbuh bukti yg memperlihatkan diet bisa mempengaruhi penyakit,” kata pemimpin penulis Simon Knott, Associate Director di Cedars-Sinai Medical Centre US berbasis nirlaba.

“Studi ini mungkin memiliki implikasi tak cuma buat kanker payudara tapi bagi banyak kanker metastasis,” ditambahkan Ravi Thadhani, dari Universitas.

Dalam studi yg dipublikasikan dalam jurnal Nature, tim menemukan bahwa munculnya sintetase Asparagin-enzim sel yg digunakan buat membuat Asparagin tumor primer adalah sangat terkait dengan penyebaran kanker yg kemudian.

Lebih lanjut, metastase ditemukan sangat terbatas dengan mengurangi Asparagin sintetase, pengobatan dengan obat kemoterapi L-asparaginase, atau pembatasan Diet.

Ketika laboratorium tikus diberi makanan kaya Asparagin, sel-sel kanker menyebar lebih cepat.

“Studi ini memamerkan bahwa perubahan dalam diet mungkin dampak keduanya bagaimana merespon individu bagi terapi primer dan kesempatan mereka buat penyakit mematikan menyebarkan kemudian dalam hidup,” kata Gregory J. Hannon, seorang profesor di University of Cambridge di Inggris.

Para peneliti sekarang mempertimbangkan melakukan uji klinis fase awal di mana partisipan sehat mulai mengkonsumsi diet rendah-Asparagin.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin