Pilu, Seorang Ibu Terkena Rubella Saat Hamil Muda

Jakarta – Seorang Ibu bernama Nursiah dari Aceh mengaku terkena Rubella ketika hamil usia dua bulan. Hal ini sangat memprihatinkan.

Dengan suara bergetar, Nursiah mengaku ketika kehamilan usia dua bulan mengalami keluhan merah – merah pada kulit. Dengan cepat, Nursiah ke dokter. Hal tersebut tertangani oleh dokter penyakit dalam.

“Dokter penyakit dalam menyampaikan aku harus dirawat di rumah saja karena tak mampu diberikan obat karena masih dalam masa mengandung,” kata Nursiah ketika ditemui di acara Forum Merdeka Barat 9 di Kominfo, Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Memasuki usia kehamilan enam bulan, ternyata Nursiah merasakan bayi di dalam kandungannya sempat tak bergerak. Untuk masalah ini segera ditangani oleh dokter kandungan. Namun, ternyata dokter kandungan tak mencurigai ada hal yg janggal dalam kandugan Nursiah.

“Menjelang kelahiran itu anak sempat tak nangis selama semenit. Kemudian anak aku dibawa ke ICU selama 10 hari,” paparnya.

Kini, buah hatinya telah menginjak usia delapan tahun. Namun, Nursiah mengaku, banyak sekali melakukan operasi. Mulai dari operasi jantung, mata bagi katarak, dan lainnya.

“Sekarang usia anak telah delapan tahun. Namun, ada mengalami ADHD karena di Rubella ada mengandung itu,” ujarnya.

Agar hal tersebut tak terjadi kepada ibu hamil lainnya, dia sangat menghimbau kepada masyarakat bagi melakukan vaksin MR kepada anak – anak. Hal ini agar tak terjadi penularan kepada para ibu hamil lainnya.

“Tolong perhatikan vaksin ini. Karena ini tak terkena cuma anak – anak tetapi juga orangtua atau ibu hamil yg sangat berdampak,” ujarnya.

Perlu diketahui, di Indonesia dampak penyakit akut dan ringan yg tidak jarang menginfeksi anak dan dewasa muda yg rentan juga sangat luar biasa. Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada 2013 – 2017 mencatat, terdapat sekitar 31.449 perkara rubella.

Selain karena penyakit rubella gampang menular, pemerintah juga berupaya keras mencegah penyakit ini karena adanya efek teratogenik.

Bila rubella menyerang ibu hamil terutama pada masa awal kehamilan, infeksi rubella pada ibu hamil mampu menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi. (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin