Puasa, Momen Tepat Berhenti Merokok

Jakarta – Sudah bukan rahasia, perilaku merokok sebenarnya adalah sebuah kesia-siaan. Mengapa?

Berhenti dari kecanduan nikotin adalah hal yg sangat sulit, ditambah dengan murahnya harga rokok di Indonesia yg mendorong orang dengan gampang membeli rokok.

Dalam Diskusi Publik Rokok dan Puasa, dan Murahnya Harga Rokok kali ini dibahas
bagaimana rokok dipandang dari sudut pandang klinis, keuangan, dan konteks keislaman.

Momen puasa dianggap menjadi waktu yg tepat buat kaum muslim yg merokok bagi berhenti merokok. Sebuah studi tentang upaya berhenti merokok di Malaysia menemukan bahwa upayaberhenti merokok selama Ramadhan memiliki dampak positif terhadap upaya melepaskan diri dari adiksi rokok (Ismail, dkk, 2017).

Terkait rokok dan puasa, dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ (K), MP, Psikiater RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Direktur Eksekutif Indonesia Neuroscience Institute (INI) menyatakan, “Nikotin pada rokok memiliki adiksi yg sangat kuat sehingga perlu niat yg tinggi buat berhenti. Momen puasa dapatmenjadi momen spiritual setiap pribadi buat menghentikan ketergantungan terhadap rokok.”

Seperti yg dikutip dari siaran pers yg diterima, Jakarta, Rabu, (30/05/2018), telah kadang kami mendengar bahwa betapa pun sulitnya berhenti, para perokok terbukti bisa berhenti merokok selama puasa dijalankan.

Namun sayangnya, puasa tanpa rokok tak berlanjut sampai setelah puasa. Dengan demikian, niat saja tak mampu menjamin mulai menolong perokok berhenti merokok, meski niat adalah kunci awal proses tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meski mayoritas penduduk di Indonesia melakukan ibadah puasa, tapi upaya berhenti merokok membutuhkan intervensi kebijakan sehingga perilaku masyarakat ini memperoleh dukungan.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin