Regulator Obat Dan Makanan Di Turki Dukung BPOM RI

Jakarta-Dilansir dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (Badan POM RI), Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat mulai dicanangkan pada 4 Oktober 2017 bersama Kemenkes, Kemendagri, POLRI, BNN, dan Kejaksaan Agung. Selain itu, juga dikerjakan Pembangunan Barcode 2D bagi penelusuran Track and Trace obat legal dan ilegal serta monitoring produksi industri farmasi, PBF, dan sarana pelayanan (Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik). Terkait hal tersebut, Badan POM didukung oleh Regulator Obat dan Makanan di Turki, merupakan Turkey Agency for Medicine and Pharmaceutical Devices.

Badan POM RI berperan aktif dalam melakukan penelusuran, memberikan bantuan ahli, serta uji laboratorium dalam penanganan perkara tersebut. Tidak cuma di Kendari, Balai Besar/Balai POM (BB/BPOM) di semua Indonesia juga bergerak serentak mengawasi kemungkinan adanya peredaran tablet PCC atau obat ilegal lainnya di wilayah masing-masing. Badan POM RI bersama Kepolisian RI dan BNN mulai selalu menelusuri masalah ini sampai tuntas guna mengungkap pelaku peredaran obat ilegal tersebut beserta jaringannya.

Agar masalah penyalahgunaan obat tak berulang, maka harus ada efek jera terkait sanksi pidana terhadap oknum pelaku kejahatan. Dan efek jera ini cuma mampu dikerjakan apabila BPOM sudah memiliki payung hukum seperti Perpres No. 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, dimana Badan POM RI mulai memiliki struktur baru merupakan Deputi Bidang Penindakan yg mulai mempertajam aspek penindakan dan memberikan efek jera buat pelaku kejahatan kemanusiaan di bidang obat dan makanan. Mengingat semakin maraknya masalah penyalahgunaan obat bahkan menelan korban kiranya payung hukum berupa Undang-Undang Pengawasan Obat sangat dibutuhkan oleh Badan POM.

Selain itu, Kepala Badan POM RI mengimbau agar masyarakat terus berhati-hati mendapatkan dan mengonsumsi obat. “Pastikan membeli obat cuma di sarana resmi seperti Apotek, Puskesmas, dan Rumah Sakit”, ujar Penny K. Lukito. Jangan gampang tergiur dengan obat murah yg ditawarkan seseorang atau pihak tertentu. “Pastikan obat tersebut memiliki izin edar Badan POM”, tutupnya. [DOS]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin