Remaja Kurang Tidur Berisiko Depresi?

New Delhi Ketika anak lebih banyak mengeluh kurang tidur, para peneliti sudah memperingatkan orang tua, kurang tidur pada remaja mungkin pada peningkatan risiko mengembangkan gangguan mood, terutama depresi.

Mengutip dari zeenews, Jumat (08/12/2017), penelitian yg dipimpin oleh Peter Franz dari University of Pittsburgh di AS, memperlihatkan bahwa remaja dengan kurang tidur bisa menikmati lebih mengambil risiko perilaku dan kecanduan.

Alasannya adalah kurang tidur kronis mengurangi berfungsinya area otak yg memainkan peran dalam gerakan berbasis tujuan dan belajar. Kurangnya tidur yg tepat juga menyebabkan kegiatan kurang dalam sistem imbalan otak.

Untuk penelitian, dipresentasikan dalam rapat tahunan ke-56 dari American college of Neuropsychopharmacology di California, tim mempelajari perilaku tidur peserta berusia antara 11 sampai 15 tahun.

Tim dibagi jumlah peserta dalam dua kelompok dan membiarkan satu kelompok tidur selama empat jam sementara sisanya selesai 10 jam tidur.

Sambil mengingatkan MRI scan peserta setiap kali tim diulang pola tidur yg sama dan saling bertukar di antara kelompok.

Para peserta juga dibuat bagi menjawab pertanyaan sementara memainkan permainan yg terlibat menerima hadiah uang $10 dan $1, yg diukur fungsi emosional dan gejala depresi.

Hasil penelitian memamerkan bahwa saat para peserta yg kurang tidur dan bermain permainan lebih lama, reaksi otak adalah kurang responsif.

Sementara dalam keadaan lain, wilayah otak tak memperlihatkan perbedaan antara keadaan tinggi dan rendah-hadiah.

Setelah malam tidur terbatas, para peserta yg mengalami kurang aktivasi di area otak juga melaporkan lebih terjadi gejala depresi.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin