Sejak 9 Tahun Lalu, Difteri Muncul Di Jawa Timur

Jakarta – Difteri ternyata telah muncul di Jawa Timur sejak 9 tahun lalu. Ini sangat memprihatinkan.

Penyakit ini tak tiba tiba-tiba; telah ada lampu kuning sejak lama. Menurut Dr.dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K), Konsultan Infeksi Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, buat mengatasi difteri dibutuhkan vaksin yg berulang. Bukan cuma dengan imunisasi dasar saja.

“Kekebalan ada masanya, sehingga harus diulang. Setelah 3 dosis imunisasi dasar ketika bayi, perlu dikerjakan booster di usia 18-24 bulan, 5 tahun dan 10 tahun. Setelah itu, idealnya vaksin lagi tiap tahun,” papar Dr.dr.Hindra Irawan Satari, SpA(K ) di acara forum Ngobras, Jakarta, baru – baru ini.

Jika dilihat dari suplay vaksin DPT secara nasional memang sangat tinggi. Namun ternyata, masih belum dimanfaatkan oleh banyak orang.
Cakupan vaksin DPT secara nasional memang tinggi.

“Namun bila dilihat per kabupaten, per kecamatan dan per kelurahan, ada kantong-kantong yg cakupannya sangat rendah,” tegasnya.

Untuk dewasa, dapat mendapat vaksin Td (tetanus-difteri) di sector swasta. Vaksin juga mampu diberikan pada ibu hamil. Yang pasti, kampanye soal vaksin harus diulang-ulang terus.

Perlu diketahui, Infeksi difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Bahan vaksin difteri dibuat dari toksoid bakteri tersebut, yg mulai memicu tubuh membentuk kekebalan terhadapnya. Dalam 2-3 hari, mulai terbentuk pseudo-membran berwarna putih di tenggoorokan dan tonsil (amandel).
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin