Simak Tiga Indikator Kesehatan Vagina

Jakarta – Menjaga kesehatan vagina sangat utama untuk para perempuan. Terdapat tiga indikator kesehatan vagina yg harus perempuan ketahui.

Menurut dr. Neni Anggraeni, Sp.OG, ada tiga indikator kesehatan vagina antara lain, kelembapan yg cukup dan bersifat asam (pH 3,8-4,5), tak berbau atau sedikit berbau, dan sekret berwarna bening atau sedikit putih. Kemudian, ada ciri-ciri vagina yg tak sehat antara yang lain kering atau terlalu lembap.

“Kering mampu karena keseimbangan flora vagina terganggu,” ujar dr. Neni, ketika ditemui didalam diskusi media More Active, More Confident yg diselenggarakan oleh Absolute hari ini di Caf Paradigma, Jakarta, Jumat, (20/04/2018).

Juga warna sekret vagina yg berubah; ini tanda bahwa vagina telah terinfeksi. Warna sekret vagina dapat turut menunjukkan, kuman apa yg menginfeksi. Lebih parah lagi bila ada perdarahan di luar haid. Vagina tidaklah steril, melainkan dihuni oleh flora/kuman. Ada yg baik, ada pula yg bersifat patogen.

“Kuman baik yakni lactobacilli, yg menghasilkan hidrogen peroksida. Ini yg menghambat pertumbuhan bakteri patogen,” lanjutnya.

Saat keseimbangan flora vagina terganggu, populasi bakteri baik berkurang, sebaliknya yg patogen berkembang pesat. Timbullah persoalan seperti keputihan yg berubah warna, dan bau. Sejatinya, vagina memang lembap.

Namun, kelembapan yg berlebihan justru dapat menimbulkan masalah. Inilah yg tidak jarang menimbulkan dilema pada perempuan. Di satu sisi ingin aktif berkegiatan, tetapi aktivitas tinggi juga mampu meningkatkan sekret vagina, sehingga kelembapannya meningkat.

“Bila sekret vagina berlebihan, lingkungan sekitar area V (seperti pakaian dalam) lembap dan membuat bakteri lebih gampang berkembang,” imbuhnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin