Soal ASI Dan MPASI, Orangtua Jangan Asal Percaya

Jakarta – Menjadi orangtua memang tak mudah. Namun, seluruh itu butuh ketekunan dan belajar setiap hari.

Terlebih soal mengurus anak. Mulai dari memberikan Air Susu Ibu (ASI) atau menyusui, sampai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Saat ini, semakin banyak keterangan yg hadir dari beragam sumber terutama soal kedua hal tersebut. Sebagai orangtua, tentu harus pintar dan jeli saat menerima beragam informaai tersebut. Masalahnya, segala ini adalah buat membuat keputusan yg nantinya mulai diberikan kepada buah hati tercinta Anda.

Orangtua, terutama yg baru memiliki anak, biasanya memiliki banyak kekhawatiran dalam menangani bayi mereka, terutama terkait dengan nutrisi. Pemberian ASI saja atau ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama, dan dilanjutkan hingga 2 (dua) tahun, sangat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Banyak ibu yg berjuang buat bisa mengikuti rekomendasi ini. Namun, masih banyak mitos seputar menyusui dan mempersiapkan MPASI yg masih dipercaya sebagian orang. Sayangnya, di era digital ini banyak sekali mitos dan keterangan di media sosial yg belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

Selain itu, banyak juga keterangan dan mitos yg diperoleh dari orang-orang terdekat. Inilah mengapa orangtua harus bijak dalam mencari keterangan yg benar.

Spesialis anak dr. Yoga Devaera, Sp.A(K) mengatakan, “Di jaman modern ini, ternyata masih banyak orang yg yakin dengan mitos atau kata orang dulu, padahal belum tentu semuanya benar. Sekarang, keterangan sangat gampang diakses melalui internet”.

Masih menurutnya, saat mendapat nasihat dari orang lain, maka orangtua harus aktif bagi mengkonfirmasi dan mencari info yg benar.

“Percayai sumber keterangan kredibel seperti dokter, organisasi terpercaya atau situs parenting, bukan cuma blog post atau unggahan media sosial tanpa sumber yg jelas,” tambahnya, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu,(08/08/2018).

Mengenai mitos yg banyak beredar, dr. Yoga Devaera memberikan contoh.

“Salah satu pasien aku pernah bertanya apa benar setelah usia 6 (enam) bulan, bayi membutuhkan tambahan macam susu lainnya. Ini tak benar. Memang setelah 6 (enam) bulan, bayi memerlukan tambahan energi, protein dan terutama zat besi karena ASI saja tak mencukupi. Yang harus diberikan setelah 6 (enam) bulan bukan susu formula tapi makanan padat atau MPASI yg mengandung zat dibutuhkan tadi,” ujar Yoga.

Pengenalan tekstur makanan padat juga diperlukan sehingga keterampilan makan bayi terasah.

Mitos yang lain yg juga tidak jarang didengar adalah, seandainya bayi diberikan ASI dengan botol, ia mulai menolak payudara ibu. Ini juga tak sepenuhnya benar.

Ada banyak bayi yg menyusui dari payudara dan botol secara bergantian tanpa persoalan berarti. Selama botol itu diperkenalkan setelah sang bayi telah mahir menyusui secara segera dari payudara ibu, biasanya di sekitar usia 2 (dua) bulan.

“Setiap ibu hidup dalam situasi dan keadaan yg berbeda, dan banyak dari mereka yg terbantu dengan menyusui bayinya secara segera dan memakai botol secara bergantian. Penggunaan botol juga memungkinkan sang Ayah atau anggota keluarga yang lain buat menolong ibu memberikan ASI kepada si kecil,” ujarnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin