Stroke Banyak Terjadi Karena Fibrilasi Atrial

Jakarta – Sebanyak 40 persen kelumpuhan akibat dari Fibrilasi Atrial (FA). Ini kerap juga terjadi di Indonesia.

FA yaitu kelainan irama jantung berupa detak jantung yg tak regular yg kadang dijumpai pada banyak populasi di dunia dan juga di Indonesia.

Kelumpuhan akibat FA memiliki ciri khusus, seperti memiliki tingkat keparahan yg tinggi, bersifat lama dan kadang berulang (relapse). Rata-rata, sekitar 50 persen pasien yg terkena stroke ini mulai mengalami stroke kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Mengenai terapi advanced yg bisa dikerjakan buat pasien FA ketika ini, setidaknya terdapat 3 teknik yg mampu dikerjakan merupakan teknik Ablasi kateter, melakukan pemasangan alat LAA Closure, serta pemakaian Obat Antikoagulan oral Baru (0K8).

“Terapi ini berperan besar dalam menurunkan risiko serangan stroke karena FA yg berakibat kelumpuhan. Di Indenesia, telah ada 29 praktisi/ahli aritmia yg mampu memakai alat Ablasi kateter. Walaupun SDM yg bisa memakai telah cukup banyak, sayangnya jumah alat yg tersedia sampai ketika ini cuma lebih kurang 10 sehingga harus digunakan secara bergantian di semua Indonesia.

“Risiko terjadinya antara perempuan dan laki – laki, lebih rentan terkena pada perempuan,” Dr. Sunu Budhi Raharjo, dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah ketika ditemui di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis, (20/09/2018).

Karena itu, masih menurutnya, agar mencegah lebih parah terjadi stroke karena FA, mampu dengan Meraba Nadi Sendiri (Menari). Ini dikerjakan di lengan kiri dengan memakai 2 – 3 jari. Tempelkan se arah ibu jari. Menghitung 10 detik. Berapa kali denyut nadi dalam 10 detik dikali enam.

“Kalau di bawah 60 atau di atas 100 ketika istirahat maka perlu diperiksakan ke dokter jantung. Karena terlalu lambat dan terlalu cepat,” tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin