Temuan Obat Ilegal Capai Puluhan Juta Butir

Jakarta-Dilansir dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (Badan POM RI), buat menyikapi maraknya penyalahgunaan obat-obat tertentu maupun peredaran obat ilegal di Indonesia, Badan POM sudah melakukan serangkaian kegiatan intensifikasi pengawasan dan penegakan hukum, antara lain:

a) Januari 2014 ditemukan bahan baku ilegal Carisoprodol sebanyak 195 tong @25 Kg (4.875 Kg) di Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta Utara.

b) September 2016 ditemukan 42 juta tablet ilegal merupakan Carnophen, Trihexyphenidyl (THP), Tramadol, dan Dekstometorfan di Balaraja Banten. Tablet ilegal ini telah dimusnahkan. Sebanyak 60 truk barang bukti yg dimusnahkan tersebut memiliki nilai keekonomian sekitar 30 miliar rupiah.

c) Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-obat Tertentu (OOT) yg kadang disahgunakan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Mataram, Denpasar, Makassar, Serang, dan Palangkaraya pada tanggal 17-21 Juli 2017. Dari hasil operasi terpadu tersebut ditemukan masih adanya peredaran OOT di toko obat, toko kosmetik, dan toko kelontong sejumlah 13 item (925.919 pieces) dengan total dengan nilai keekonomian mencapai 3,1 miliar rupiah.

d) Operasi Gabungan Nasional 5-6 September 2017. Ditemukan 436 koli atau sekitar 12 juta butir obat ilegal yg tidak jarang disalahgunakan merupakan Carnophen, Trihexyphenidyl (THP), Tramadol, dan Seledryl dengan nilai keekonomian mencapai 43,6 miliar rupiah di Banjarmasin. Temuan ini hasil Operasi Gabungan Nasional Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal yg dikerjakan oleh petugas BBPOM di Banjarmasin bekerja sama dengan Tim Khusus “Bekantan” Polda Kalimantan Selatan.

e) Balai Besar POM di Makassar juga menemukan “PCC” sebanyak 29.000 tablet. pelanggaran tersebut yaitu tindak pidana di bidang obat. Badan POM mulai mengambil langkah tegas termasuk merekomendasikan pencabutan izin sarana ke Kemenkes.

f) Balai POM di Mamuju menemukan 179.000 tablet di sarana ilegal yg terdiri dari Trihexyphenidyl dan Tramadol.

Berdasarkan hasil tersebut, masih perlu dikerjakan peningkatan pengawasan yg lebih komprehensif. “Masalah peredaran obat ilegal ini yaitu isu yg serius karena dampaknya mampu merusak generasi penerus bangsa. Seluruh komponen bangsa harus bergerak bersama dan berkomitmen buat mengatasi permasalahan ini. Untuk itu, Badan POM RI bersama Kepolisian RI, BNN dan instansi terkait lainnya sudah sepakat bagi berkomitmen membentuk Tim Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat, yg mulai bekerja tak cuma pada aspek penindakan, namun juga pencegahannya”, tegas Kepala Badan POM RI. [DOS]
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin