Thalassemia Bisa Dikenali Sejak Dini

Jakarta – Thalassemia menduduki tempat ketiga bagi pembiayaan penyakit katastropik. Karena itu, lebih baik melakukan cek terlebih lalu sebelum menikah.

Menurut sekretaris direktorat jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, ada baiknya, setiap calon pasangan mampu melakukan cek kesehatan. Hal ini menjadi salah satu cara buat mencegah penyakit gen yg terbanyak di dunia termasuk di Indonesia tersebut.

“Thalassemia tak mampu disembuhkan tetapi mampu dicegah. Sebelum menikah, pasangan harus melakukan skrining terlebih dahulu. Agar mengetahui hasil kesehatan yg maksimal dari pasangan calon istri dan suami,” papar Asjikin ketika ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin, (07/05/2018).

Meskipun setiap orang mungkin tak menjadikan hal ini yg utama. Tetapi ini adalah cara yg utama bagi mencegah semakin banyaknya jumlah penderita thalassemia.

Indonesia sebagai ikat pinggal thalassemia. Artinya, Indonesia sebagai negara berisiko tinggi. Mengapa Indonesia banyak? Karena banyak orang yg tiba ke Indonesia.

“Palembang itu 9 persen, dan di Sumba itu ada 33 persen pembawa thalassemia. Di jawa saja 5 persen. Artinya, dari 100 orang ada 5 orang yg terkena thalassemia,” ujar Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K), Kepala Div. Hematologi Onkologi, Dep. Ilmu Kesehatan Anak ketika ditemui di tempat yg sama.

Jumlah di Indonesia pada 2016, sekitar 9.121 pasien thalassemia. Untuk di Jakarta 2200 orang menderita thalassemia. Semakin lama, makin banyak yg mengalami hal ini.

“Para penderita thalassemia harus melakukan transfusi darah. Karena semakin bertambahnya usia, penderita thalassemia membutuhkan banyak donor darah. Hal ini justru malah berbenturan karena di era BPJS ketika ini, cuma dibatasi transfusi darah cuma dua kantong saja,” tambahnya.

Thalassemia yaitu penyakit kelainan darah merah yg diturunkan oleh kedua orangtua kepada anak dan keturunannya.

Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin penting manusia. Hal ini menyebabkan eritrosit gampang pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia). (tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin