Waktu Tidur Berkaitan Konsumsi Makanan Sehat

New Delhi – Apakah kurang tidur membuat Anda memilih makanan yg salah bagi dimakan? Jika Anda merasa kebiasaan makan Anda menjadi tak sehat dan Anda tak mampu mengikuti diet sehat, itu mungkin karena kurang tidur.

Mengutip dari zeenews, Jumat (12/01/2018), sebuah penelitian menyarankan menghabiskan satu jam ekstra di tempat tidur setiap malam bagi menolong mengurangi asupan makanan manis dan menyebabkan makanan lebih sehat. Tidur yaitu faktor risiko yg bisa dimodifikasi buat berbagai keadaan termasuk obesitas dan penyakit kardio-metabolik.

Penelitian yg dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, melihat dampak peningkatan jam tidur pada asupan nutrisi. Para periset dari King’s College London di Inggris menemukan bahwa memperpanjang pola tidur menghasilkan pengurangan 10 gram dalam asupan gula bebas yg dilaporkan dibandingkan dengan tingkat awal.

Mereka juga melihat tren bagi mengurangi asupan karbohidrat total yg dilaporkan oleh kelompok penyegar tidur.

“Fakta bahwa memperpanjang tidur menyebabkan pengurangan asupan gula gratis memamerkan bahwa perubahan gaya hidup yg sederhana benar-benar mampu menolong orang buat mengkonsumsi makanan yg lebih sehat,” kata Wendy Hall dari King’s College London.

Pada 21 peserta yg dialokasikan bagi kelompok penyuluhan tidur tersebut melakukan konsultasi tidur selama 45 menit yg bertujuan bagi memperpanjang waktunya di tempat tidur hingga 1,5 jam per malam. Sebanyak 21 peserta kelompok kontrol lainnya tak mendapat intervensi dalam pola tidur mereka.

Setiap peserta dalam kelompok penyuluhan tidur menerima daftar dengan minimal empat perilaku kebersihan tidur yg sesuai dengan gaya hidup mereka (seperti menghindari kafein sebelum tidur, mengadakan rutinitas santai dan tak tidur terlalu kenyang atau lapar) waktu tidur.

Selama tujuh hari setelah konsultasi, peserta selalu tidur dan catatan harian makanan yg diperkirakan dan sensor gerak yg dikenakan di pergelangan kaki diukur persis berapa lama peserta tidur, dan juga waktu yg dihabiskan di ranjang sebelum tertidur.

Sebanyak 86 persen dari mereka yg menerima saran tidur meningkatkan waktu yg dihabiskan di tempat tidur dan setengahnya meningkatkan durasi tidur mereka (berkisar antara 52 menit sampai hampir 90 menit). Tiga peserta mencapai rata-rata mingguan dalam tujuh sampai sembilan jam yg direkomendasikan.

Tidak ada perbedaan signifikan yg ditunjukkan pada kelompok kontrol.

“Hasil kalian juga memamerkan bahwa peningkatan waktu tidur selama satu jam atau lebih bisa menyebabkan pilihan makanan yg lebih sehat,” kata Haya Al-Khatib dari King’s College London.

“Ini semakin memperkuat hubungan antara tidur pendek dan diet berkualitas rendah yg sudah diamati oleh penelitian sebelumnya,” kata Khatib.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin