Nyam! Ini Jengkol Bermartabat Yang Renyah Enak Tanpa Bau

Jengkol identik dengan bau tajam. Tapi penyuka jengkol waib mampir ke sini. Ada beragam olahan jengkol sedap dan bermartabat tanpa bau.

Jika berkunjung ke Bandung, mampirlah ke Jalan Banteng No 50, Lengkong, Kota Bandung. Di sini ada sajian jengkol tanpa bau. D’Jengkol Kapeh Resto, rumah makan ini menyuguhkan berbagai olahan jengkol yg tak beraroma tajam.

Pengelola menyebutnya Jengkol Bermartabat. “Seperti tagline kalian ‘Menebar Cintah Tanpa Bau Nagah’, kalian mengolah bagaimana jengkol ini agar enggak terasa bau di mulut. Kita memakai rempah-rempah khusus bagi membuat jengkol itu enggak bau,” ujar Gunarsyah, pemilik D’Jengkol Kapeh Resto ketika ditemui di D’Jengkol Kapeh Resto Rabu (13/9/2017).

Nyam! Ini Jengkol Bermartabat yg Renyah Enak Tanpa BauFoto: detikcom

Berdiri sejak akhir tahun 2014, rumah makan ini menyajikan 12 menu jengkol yg jarang ditemukan di tempat lain. Mulai dari semur jengkol yg legendaris, sampai jengkol cabe rawit yg super pedas.

Alasan memilih jengkol sebagai menu penting di kafe ini, dilatarbelakangi kesukaan sang pemilik mulai jengkol. “Karena kalian sekeluarga itu penyuka jengkol, dari akan ibu sampai anak-anaknya seluruh penyuka jengkol. Ketika kami mau bikin bisnis kuliner, yg kepikiran tuh inget lalu ibu aku pernah buka warteg dan yg paling laris tuh semur jengkol. Jadi kenapa enggak kalian bikin rumah makan yg menu utamanya itu jengkol,” jelas Gunarsyah.

Selain itu, yg unik dari kafe ini menjelaskan konsep jualan dengan bahasa kekinian, seperti dituliskan dalam website djengkol.com. Gya penulisannya juga unik, di mana di setiap kalimat berhuruf akhir vokal, maka mulai terdapat tambahan huruf ‘h’ di belakangnya.

“Kenapa penulisannya seperti itu, karena biasanya kalo orang Sunda kan suka ditambahin ‘h’ ya kalau ngomong. Nah selain itu juga mencerminkan kalau setelah makan jengkol kami walaupun tidak jarang ngomong ‘h’ juga enggak mulai bau mulut,” terang Gunarsyah.

Nyam! Ini Jengkol Bermartabat yg Renyah Enak Tanpa BauFoto: detikcom

Popularitas menu jengkol di sini semakin meningkat, bahkan di kalangan anak muda. “Kita biasanya buka dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam. Tapi kalau weekend biasanya jam 4 sore kalian udah tutup, karena udah pada habis,” ujar Gunarsyah.

Untuk menikmati varian menu jengkol, Sunda cuma perlu mengeluarkan uang Rp 17.000- Rp 35.000 saja. Bagi Anda yg tak mampu makan jengkol jangan khawatir, ada ‘Menu Piguran’ tanpa jengkol.

(odi/odi)

Sumber: http://food.detik.com

Post Author: admin