Ardhito Pramono Ungkap Pengalamannya Sebagai Musisi Indie Dan Label

– Saat ini nama Ardhito Pramono tengah menjadi perhatian setelah berbagai karyanya termasuk hit single Fake Optics berhasil mencuri telinga para penikmat musik Tanah Air. Menariknya, Ardhito Pramono pun mengungkapkan bagaimana ceritanya hingga dapat mengambil jurusan film saat kuliah, dibandingkan musik yg justru melambungkan namanya ketika ini.

“Kenapa dari film ke musik, dari musik ke film. Sebenernya gue bukan memantapkan dalam bermusik aja sih. Lebih ke seni dalam digital, dalam audio visual. Walaupun tanpa ada yg bantuin gue, tetapi gue berani maju. Karena gue percaya bagi menyajikan karya gue ke sana gitu. Karena menurut gue, kalo belajar music dan gue tak mengenal film itu gue kayaknya bakal jadi musisi yg seharian di kamar aja gitu. Makanya gue sadar gue pengen ngerti di audio visual juga gitu,” terang Ardhito ketika berkunjung ke kantor Redaksi , Kamis (4/4).

Tak cuma itu saja, Ardhito Pramono juga mengaku sempat menempuh jalur indie bagi menawarkan musiknya sebelum bernaung di bawah major label seperti Sony Music Indonesia. Proses itu sendiri terjadi saat Ardhito menemukan kesulitan buat menawarkan musik-musiknya melalui secara mandiri.

Bukan musik, Ardhito Pramono akui ambil jurusan film ketika kuliah © /Budy SantosoBukan musik, Ardhito Pramono akui ambil jurusan film ketika kuliah © /Budy Santoso

“Ceritanya dahulu baru keluar dari manajemen gue. Terus gue keluar, nggak ada siapa-siapa yg bantuin gue. Kalau gue tetep indie, musik gue nggak bakal didenger banyak orang. Jadi gue mutusin masuk label. Dulu ditawarin, kebetulan ada temen gue juga di sana. Terus gue baca kontraknya dan sampai sekarang akhirnya,” lanjutnya.

Sedangkan bagi kelebihan dan kekurangan antara jalur indie maupun arus utama, Ardhito sendiri melihatnya dari kacamata yg berbeda. Walau begitu menurut Fake Optics hit maker tersebut, seluruh kembali lagi pada goal yg ingin dituju sang musisi dan musiknya.

“(Nggak enaknya indie) Promo susah banget. Mungkin gue kenal beberapa teman gue di media, hanya ya yg paling susah memang cara mempublikasikannya. Kalau enaknya lebih timnya kecil gitu. Kekeluargaan. Tapi enaknya di label juga gue tetap dapat bebas,” pungkasnya singkat.

Sudah Baca Yang Ini?

Empat Remaja Indonesia Bangkitkan Kembali Karya Band Legenda Genesis

Krista Murti Law Terjun ke Dunia Tarik Suara, Didukung Sandy Tumiwa

Penantian Selama Setahun, Chairul Giano Segera Rilis Single Perdana

Diana Chora, Penyanyi Indonesia Yang Berhasil Tembus Pasar Malaysia

Arsy Cover Lagu ‘Ya Maulana’, Sabyan Gambus Tertarik Ajak Duet?

(kpl/mhr/ntn)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin