Fenomena Fotografer Konser Berhak Mengatur Raisa, DJ Yasmin Dan Nidji Di Atas Stage

– Hampir segala penyanyi maupun band di Indonesia tentu mulai terus mengabadikan momen di ketika mereka menggelar konser di berbagai kota. Hal itu dikerjakan agar penyanyi maupun band tersebut mempunyai dokumentasi pribadi, bukan hanya dari media yg meliput kegiatan konser mereka. Bahkan, kebanyakan dari penyanyi maupun band pun ternyata mempunyai fotografer pribadi.

Nah, tim mencoba menelusuri dua fotografer yg telah dipercaya oleh sebuah grup band maupun penyanyi solo. Dari hasil penelusuran itu, kita pun mendapatkan tiga orang fotografer profesional yg terus mengabadikan kegiatan konser para penyanyi dan band, akan dari Raisa, DJYasmin, dan Nidji.

Pertama, kita menemui fotografer penyanyi solo yg bernama Ardi. Talenta yg dimilikinya ketika ini telah dipercaya oleh dua penyanyi solo ternama di Indonesia seperti Afgansyah Reza, IwanFals,DewiSandra, Agnes Monica, dan ketika ini dia menjadi fotografer Raisa.

Hasil jepretan Ardi, dapat dilihat di Instagram pribadinya maupun di website yg ia buat, merupakan fotokonser.com. Instagram dan website punya Ardi pun menampilkan foto-foto penyanyi maupun band yg pernah ia abadikan dengan hasil yg sangat baik, serta angle yg berbeda dari rekan-rekan fotografer lainnya.

Ardi, fotografer sederet penyanyi solo tenar di Tanah Air Ardi, fotografer sederet penyanyi solo tenar di Tanah Air /Fikri Alfi Rosiyadi

Angle foto yg diambil biasanya didapat secara spontan sesuai gerak penyanyi di atas panggung, tapi, ada juga angle yg justru diatur Ardi sendiri. Hal ini biasanya dikerjakan sebelum penyanyi naik ke atas panggung. Ardi pun memiliki alasan tersendiri di mana hal tersebut dilakukannya agar dapat mendapatkan angle foto yg ia inginkan.

“Kadang beberapa, iya. Kita lihat keadaan di lapangan seperti apa. Atau misalnya ada jiar. Kan dari jiar enak. Nanti enaknya gimana. Dari situ kalian dapat menyarankan ke penyanyi,” ungkap Ardi.

Menurut Ardi, yg paling utama dari angle foto adalah hasilnya bisa menceritakan momen yg tertangkap sehingga orang yg melihat potret tersebut bisa merasakan vibes pada sebuah event. “Kadang tiap orang beda-beda sih. Angle bagus adalah dari mana saja yg utama momennya, bagaimana foto akhirnya mampu bercerita pada ketika itu. Pas orang liat, orang itu mampu merasakan ada di event itu,” ujarnya.

Bagi Ardi, menjadi fotografer penyanyi papan atas di Indonesia memberikannya banyak cerita. Selain mampu dekat dengan artis, ia pun dapat pergi mengelilingi Indonesia. “Bisa keliling Indonesia tanpa mengeluarkan biaya. Dukanya hanya numpang nginep aja sih. Dateng cek sound, motret dan paginya pulang, selalu pindah lagi,” ungkap Ardi.

Geri Laksamana, fotografer DJ Yasmin Geri Laksamana, fotografer DJ Yasmin /Fikri Alfi Rosiyadi

Setelah Ardi, kita dahulu menemui fotografer DJ Yasmin, merupakan GeriLaksamana. Hampir sama dengan Ardi, Geri juga mengaku kalau ia terkadang tidak jarang memberikan arahan kepada DJ Yasmin saat di atas panggung. Apalagi, memotret perform DJ dapat dibilang membosankan, cuma sesuatu angle saja.

Seorang DJ cuma memainkan alat musik sambil berjoget di depan penonton. Agar mendapat gambar menarik, biasanya Geri meminta DJ Yasmin tampil yg beda dibandingkan penampilan sebelumnya. “Iya, sering sebelum tampil, gua nyuruh dia (DJ Yasmin) juga harus gimana dan melakukan apa. Biar gua dapet angle foto bagus,” tutur Geri.

Selain diatur oleh fotografer, terkadang DJ Yasmin juga meminta foto dengan angle yg dia inginkan. Biasanya, DJ Yasmin meminta bagi di foto di penghujung acara. “Biasanya dia minta gua ambil foto dengan backgroundpenonton biar keliatan rame. Terus sebelum turun panggung sehabis perform, ada sesi foto bareng dengan penonton,” katanya.

Bagi Geri, memotret seorang DJ lebih sulit ketimbang menjepret penyanyi maupun band di atas panggung. Dia mengatakan, seandainya sebuah band maupun penyanyi solo, setiap aksinya di atas panggung, lebih banyak ruang gerak dibandingkan dengan performa seorang DJ.

Hafiyyan 'High ISO', fotografer Nidji Hafiyyan ‘High ISO’, fotografer Nidji /Fikri Alfi Rosiyadi

“Ada perbedaan sedikit aja ketika motret DJ dengan motret band. Kalo band mereka dapat gerak lebih leluasa, jadi gua lebih mampu juga buat mengeksplore angle-angle fotonya. Kalo DJ gerakan nya terbatas, karena dia harus terus staydi booth DJ-nya bagi ganti lagu, dan yg lainnya,” katanya.

Walau begitu Geri mengaku senang dapat menjadi fotografer DJ Yasmin. Pasalnya selain mendapat pengalaman baru, kini ia tahu tentang angle foto yg menarik ketika mengabadikan musisi EDM beraksi. “Kepuasannya saat gua dapet angle foto yg beda dari yg biasa gua potret,” ujar Geri.

Setelah itu kalian menemui sosok ketiga yg yaitu fotograferNidji, Achmad Hafiyyan Faza, atau lebih dikenal dengan Hafiyyan ‘High ISO’. Dari tiga fotografer yg dimintai informasi oleh tim , Hafiyyan ‘High ISO’ satu-satunya orang yg memotret sebuah grup band.

Bicara angle foto konser, Hafiyyan ‘High ISO’ mempunyai selera tinggi. Namun angle yg ia inginkan kebanyakan didapat secara spontan. Pasalnya, Hafiyyan ‘High ISO’ lebih membebaskan personel band dengan gaya apapun. Padahal, dari beberapa fotografer sebelumnya, Ardi dan Geri lebih memilih mengatur musisi sebelum mereka beraksi di atas panggung agar mampu mendapat angle yg bagus.

“Kalo ngatur ke personel, nggak pernah ngatur apa-apa sih. Kecuali saat foto bareng band ketika konser selesai bersama crowddari atas panggung angle-nya. Kalo gue sih lebih suka mengingatkan bagi mengabadikan mereka dengan crowdyang ada ketika konser atau mungkin juga kebutuhan foto endorsementatau sponsor. Jadi foto itu dapat jadi ‘jualan’ juga buat mereka. Sisanya gue improvisasi aja dan selalu mencari angle yg baru,” kata Hafiyyan.

Namun, yg membedakan dengan beberapa fotografer sebelumnya, Hafiyyan ‘High ISO’ lebih banyak memotret di balik panggung. Seperti misalnya ketertarikan Haffiyan yg lebih memilih mengambil momen perjalanan saat Nidji ingin konser.

“Biasanya inisiatif gue perbanyak foto off stageseperti di bandara, di pesawat, turun dari pesawat, bahkan sampai perjalanan ke hotel saat tur. Sebelum tampil, mereka juga terus ada waktu sekitar 15-20 menit di back stage, warming up, dan briefing, hingga doa dan tos bersama. Jadi cukup banyak foto yg dapat gue buat,” tandasnya.

Yakin Sudah Tahu Yang Ini?

Payung Teduh ‘Akad’: Menilik Arti Cinta Dalam Durasi 4 Menit

#CeritaIndonesia: Merayakan Musik Bersama Joey Alexander Tanpa ‘Gelar Jenius’

Kisah Anggun Jadi Wanita Jawa ‘Palsu’ Selama Berkarir di Tanah Eropa

Jaga Kualitas, Hengki Kawilarang Pilih Tak Endorse Artis di Hari Pernikahan

Sama-Sama Untung: Cerita Para Fotografer di Balik Tren Pemotretan Selebriti

(kpl/far/ntn)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin