Lagu Anak Semakin Langka, Project Pop : Ingin Kolaborasi Dengan Anak-Anak

– Hari musik nasional jatuh hari ini (9/3/2018). Di momen ini 2 personel group band Project Pop, Udjo dan Tika membagikan harapan mereka tentang lagu anak yg semakin hari semakin hilang digerus lagu-lagu cinta orang dewasa. Rencana karir ke depan pun turut mereka utarakan.

Project Pop yaitu salah satu group band legendaris Indonesia. Dibentuk sejak tahun 1996, tahun ini Project Pop sudah menginjak waktu kebersamaan mereka yg ke 22 tahun. Terbilang sebagai salah satu group band legendaris Indonesia, Project Pop hadir dengan konsep yg berbeda. Pasalnya lirik lagu yg mereka bawakan kental dengan unsur jenaka dan menghibur.

Ditemui di bilangan Jakarta Selatan (8/3/2018), Udjo dan Tika Project Pop membagikan rencana band mereka ke depan mengingat kini segala anggota Project Pop milik kesibukan masing-masing. “Kebetulan kalian udah tua, jadi kami mulai tetap bermusik,” jawab Udjo.

Tika Panggabean juga memastikan bahwa Project Pop mulai selalu berkarya di dunia musik. “Kayaknya kalau bermusik selama kalian diberi kemampuan buat berkarya dan masih ada yg dengar, kalian bikin aja terus. Terserah mau ada yg dengar atau enggak.” Melanjutkan statementnya, Tika mengungkapkan bahwa bermusik itu menyenangkan. “Sebenarnya bermusik itu tak saja kami berkarya. Tapi bersenandung saja telah yaitu sesuatu yg menyenangkan.”

(credit : malesbanget.com)(credit : malesbanget.com)

Sama menyenangkannya dengan dunia anak, Udjo mengungkap ketertarikannya kepada dunia anak. Terutama pada dunia musik anak. Udjo diketahui pernah menciptakan lagu anak. Lagu karangannya pun sukses meraih sebuah penghargaan. “… kebetulan kalau aku telah pernah menyumbangkan satu lagu aku di group Hoyland anak. Namanya Super7. Waktu itu aku sempat bagi satu materi. Awaknya lagu itu bagi project pop. Tapi setelah saya lihat, “Kok kekanakan banget ya.” Ternyata waktu itu jamannya boyband. Terus ada boyband anak, namanya Super7. Terus saya kasih ke mereka dan diterima. Dipakai oleh mereka dan ternyata alhamdulillah berakhir dengan mampu AMI Award sih.”

Mengingat semakin hilangnya lagu anak-anak dari peredaran, Udjo pun mengatakan kekecewaannya. “Tapi memang gini, kelangkaan lagu anak memang harus menjadi perhatian seluruh orang. Melihat anak-anak menikmati lagu orang dewasa, kasihan sih.”

Berkaitan dengan kelangkaan lagu anak, Tika mengatakan, “… lagu yg kami bagi mampu relate bagi anak kecil. Misalnya Dangdut is The Music of My Country, Bukan Superstar. Itu dapat dinyanyikan oleh anak kecil.”

Keinginan berkolaborasi dengan anak-anak pun turut diungkapkan oleh Tika. “Secara keinginan buat berkolaborasi dengan anak, sekarang pingin juga. Kemarin saya sama Udjo bikin sebuah lagu yg kami berpikir kalo lagu ini enggak kami pakai buat Project Pop. Kita mulai menawarkan ke Naura atau Neona, anaknya Nola (AB3). Tapi ternyata Project Pop sendiri melirik lagu itu.”

“Jadi kalau prinsip anak sekarang tuh kalau mau sukses harus berkolaborasi. Kita harus mengakui keberadaan Naura, Neona, atau beberapa teman-teman YouTubers yg memang jauh lebih muda dan milik penggemar di jamannya. Mereka harusnya memang digandeng. Tapi memang harus dipikirkan lagi,” tambah Tika yg disusul oleh pernyataan Udjo, “Sekarang sih belum. Tapi mungkin mulai kami pikirkan.”

Senada dengan Udjo yg prihatin atas kelangkaan lagu anak, Tika menyayangkan tindakan orang tua yg tak memfilter lagu apa yg cocok didengarkan oleh anaknya. “… soal kelangkaan lagu anak, anak sekarang lebih suka denger lagu barat. Mau tahu atau tak tahu artinya. Padahal seharusnya orang tua harus menyaring sekali apa yg didengarkan anak.”

(kpl/far/ren)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin