NME Putuskan Akhiri Edisi Cetaknya Setelah 66 Tahun

– Pada akhir Januari dulu dunia musik Tanah Air sempat dikejutkan dengan kabar berakhirnya majalah Rolling Stone. Namun rasa kehilangan mulai edisi cetak fisik seperti itu nyatanya bukan hanya dialami oleh kalian saja, melainkan para penikmat musik di luar negeri.

Sebabnya seperti dilansir dari Metro, Time Inc. mengkonfirmasi kalau NME menetapkan bagi mengakhiri edisi cetaknya setelah 2,5 tahun merilisnya sebagai majalah publikasi gratis. Namun langkah NME di koridor musik tidak lantas berhenti mengikuti edisi cetaknya.

Yap, akan ketika ini NME mulai memperluas strategi digital-nya yg berarti media musik tersebut mulai fokus bergerak secara online. Keputusan itu pun sukses membuat banyak orang merasa kehilangan mengingat NME jadi salah satu portal musik yg sudah memberikan banyak wawasan bagi mereka.

Inilah edisi cetak terakhir dari NME © metro.co.uk/NMEInilah edisi cetak terakhir dari NME © metro.co.uk/NME

“NME adalah salah satu brand paling ikonik dari media Inggris dan langkah bagi berpindah dari edisi cetak mulai menolong kalian buat mengembangkan dan menjangkau pembaca yg lebih luas di NME.com. Edisi cetak ini sudah menolong kalian buat menjangkau banyak bintang yg sebelumnya cuma dapat membayangkan bagi tampil di majalah dengan membayar,” ujar Paul Cheal, selaku Managing Director Music dari Time Inc. UK.

“Pada ketika yg sama, kita juga menghadapi melonjaknya biaya produksi yg sangat ketat pada pasar percetakan iklan. Sayangnya ketika ini kita sudah mencapai titik di mana majalah gratis mingguan tidak lagi menguntungkan secara finansial. Semuanya ada di ranah digital di mana usaha dan investasi mulai fokus menjaga masa depan brand ternama ini lebih kuat,” lanjutnya.

Caitlin Moran yg yaitu jurnalis sekaligus penulis buku yang berasal Inggris pun sempat bercuit dan menyayangkan akhir dari edisi cetak NME. “Sangat disayangkan edisi cetak dari NME harus berakhir. Majalah musik adalah cara terbaik bagi para penulis bekerja di media dengan menulis apa yg mereka cintai! Rasanya sulit buat belajar kreatif dan menghidupi hidup saat semuanya berubah menjadi blogging,” cuitnya.

Baca Juga Yang Ini!

Lagu Anak Semakin Langka, Project Pop : Ingin Kolaborasi Dengan Anak-Anak

Hari Musik Nasional, Tika & Udjo ‘Project Pop’ Harapkan Musisi Lebih Diapresiasi

Seringai Bocorkan Konsep Album Baru Yang Sporadis

Soundsations 2018, Ajang Silaturahmi Antar Musisi Indonesia

Joseph Kahn: Otak Sukses di Balik Sederet Video Hits Artis Hollywood!

(met/ntn)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin