‘Ruh’ Sang Legenda Terasa Dalam Konser Erros-Chrisye-Yockie

– Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” yg digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta berlangsung apik dan sekaligus haru. Ribuan penonton hadir dalam konser penghormatan kepada buat nama dan karya besar Erros, Chrisye, dan Yockie (ECY) tersebut.

Konser ini dibuka dengan dengan lagu Indonesia Raya dan kemudian dilanjutan dengan visual testimonial dari Erros Djarot, Tiwi mewakili keluarga Alm. Yockie, dan istri Chrisye Yanti Noor. Setelahnya, konser pun dimulai dengan penampilan dari Marcell Siahaan yg membawakan lagu “Marlia” Dengan dukungan tata lampu yg megah, penampilan pembuka ini sukses membuat suasana konser menjadi romantis. Apalagi ketika Marcell berduet dengan Bonita membawakan lagu “Sayang”. Di atas panggung, setelah sejenak melepas jas yg dikenakannya, Marcell juga sempat unjuk kebolehan bermain drum dan mengundang apresias penonton.

Marcell mengaku bangga mampu membawa karya-karya besar dari ECY. “Saya merasa bersyukur sekali dapat tampil di sini. Karya-karya mereka, legenda musik. Khususnya hari ini aku mau berterima kasih buat ibu aku di sana. Karena kalo nggak lewat kaset-kaset beliau aku nggak mulai tau lagu-lagu beliau bertiga. Lagu-lagunya terus menemani aku di perjalanan ke sekolah dan aku terus bangga menyanyikan lagu mereka,” kata Marcell.

Marcell Siahaan. Foto: Dokumentasi BETIGA.Marcell Siahaan. Foto: Dokumentasi BETIGA.

Perasaan yg sama juga dituturkan oleh penyanyi senior Harvey Malioholo yg juga terlibat dalam konser ini. Ia mengaku merasa bahagia mampu membawakan lagu0lagu punya Chrisye, Yockie, dan Erros. “Konser ini luar biasa meskipun tangan aku kedinginan dan ada asap ketika aku bernyanyi. Asap di panggung bikin batuk. Maklum, telah umur,” ujar Harvey tertawa

Selain Harvey, Marcell dan Bonita, konser yg dipromotori oleh BETIGA SATU RASA ini juga mengetengahkan sederet penyanyi lintas generasi lainnya, termasuk Harvey Malaihollo, Marcell Siahaan, Bonita Adi, Barsena, hingga Wizzy. Posisi Music Director dipercayakan oleh BETIGA kepada Krisna Prameswara. Di tangan para musisi ini, Ruh ECY seakan hadir di tengah-tengah venue yg megah tersebut.

Basena tampil menawan. Foto: Dokumentasi BETIGABasena tampil menawan. Foto: Dokumentasi BETIGA

Dalam konser ini, total ada 24 karya-karya besar Chrisye, Erros dan Yockie dibawakan para musisi. Mulai dari Marlina, Anak Jalanan, Sayang, Kisah Insani, Hasrat dan Cinta, Sentuhan Cinta, Berita Ironi, Romeo & Julia, Malam Pertama, Kau Seputih Melati, Hening, Gita Cinta, Resesi hingga Galih Ratna.

Konser ini ditutup dengan “Pelangi” yg dibawakan Marcell, Harvey, Bonita, Barsena dan Wizzy menjadi lagu penutup konser ini. Penonton tampak mengapresiasi konser ini dan bernostalgia dengan lagu-lagu yg dibawakan para penyanyi. Terbukti, sepanjang konser, penonton tidak henti-henti ikut bernyanyi bersama. Tampak dalam jajaran penonton beberapa publik figur seperti Helmy Yahya, Rian ‘D Massive’, dan Erros Djarot sendiri.

Suasana sedikit haru saat Erros didaulat bagi mengungkapkan kesannya terhadap konser ini. ”Terima kasih kepada segala teman-teman dan pendukung acara ini. Saya percaya yg tiba ke tempat ini adalah the true lovers,” ujarnya seraya berjanji buat selalu membuat karya musik yg hebat sebagai bentuk penghormatan kepada dua sahabat yg sudah pergi, yakni Chrisye dan Yockie.

BETIGA SATU RASA sebagai promotor juga mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya kepada segala pihak yg sudah mendukung konser yg juga didukung oleh Telkomsel, Bank Mandiri, BNI, dan Musica ini. ”Konser ini kalian harap mampu menjadi momentum yg berharga bagi memperkenalkan ketokohan ECY kepada generasi muda. Dan kalian harap generasi milenial juga merespon positif dengan semangat berbakti, berbagi, dan peduli atas apa yg ECY telah rintis dan persembahkan dalam meletakan fondasi musik di Indonesia,” ujar Novi Madjedi dari BETIGA, promotor konser ini.

(kpl/dka)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin