SELMI Berikan Royalti, Kabar Gembira Bagi Musisi!

– Kabar baik buat para musisi tanah air. Mereka mendapat angin segar dari permasalahan royalti. Setidaknya ada celah, jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Hal ini dikarenakan Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) kembali melakukan distribusi royalti bagi para produser dan performer. Di tahun 2017 SELMI menerima kurang lebih Rp 13.3 Miliar dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Dari Rp 13.3 Miliar yg dikumpulkan SELMI ini berasal dari pendapatan royalti penggunaan lagu dari gerai karaoke. Dari jumlah tersebut, nantinya mulai dibagi 50 persen bagi produser dan 50 persen bagi artis. Jelas banyak sekali lagi-lagu penyanyi Indonesia yg berada di tempat karaoke.

SELMI sendiri yaitu Lembaga Manajemen Kolektif yg memiliki tugas bagi mengelola penarikan royalti terkait musik buat didistribusikan kepada pihak-pihak yg berhak. Salah satu pihak yg dianggap berhak merupakan para artis atau musisi dan produser rekaman, yg menerima pembayaran setiap kali musiknya dipasang di depan publik.

Astrid mengaku kabar baik dari SELMI ini © /Budy SantosoAstrid mengaku kabar baik dari SELMI ini © /Budy Santoso

“Ini adalah kabar baik bagi kita pemusik dan performer. Selama ini bingung royalti kemana, tetapi akhirnya kita mendapatkan jalan. Ini adalah langkah besar,” kata Astrid dalam acara Remunerasi Royalti Hak Terkait 2017 dari Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) di Hotel Denpasar, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2018).

“Awalnya aku tak yakin kalau lagu Jadikan Aku Yang Kedua menjadi lagu yg masih tidak jarang dipilih ketika karaoke. Bahkan sampai ketika ini aku masih mendapatkan royalti dari lagu itu, padahal telah 11 tahun lalu. Berkat Prisindo aku jadi tahu lagu apa yg disukai oleh masyarakat, dan rincian telah detail dan aku cukup puas dengan hasilnya,” sambungnya.

Sama dengan Astrid, drummer band Samsons, Konde pun merasa bahagia. Lewat SELMI dia mulai mendapat royalti karena lagu Di Ujung Jalan kadang dinyanyikan di tempat karaoke.

“Ini adalah hal baik. Yang kalian tadinya nggak tau, ‘nanti royaltinya gimana?’, ternyata ada. Ini kabar baik banget jadi motivasi,” kata Konde.

Koes Hendratmo ketua Prisindo © Koes Hendratmo ketua Prisindo ©

Sementara itu ketua Prisindo, Koes Hendratmo mengatakan, lewat SELMI para musisi lebih giat lagi dalam berkarya. Bahkan, mantan pembawa acara Berpacu Dalam Melodi ini mengatakan, semakin banyak musisi berkarya mulai banyak royalti yg diterima.

“Kelihatannya semakin banyak memproduseri lagu bagus yg disenangi masyarakat, disenangi orang di karaoke. Kalau sampai locksheet semakin besar, itu mulai semakin bagus uang yg anda dapat. Dan aku senang kawan-kawan artis telah mampu mendapatkan hal semacam ini,” tandas Koes Hendratmo.

Prisindo yaitu lembaga swadaya yg didirikan oleh penyanyi dan pemusik yg peduli terhadap rekan-rekan mereka sesama pemusik. Lembaga ini bertujuan buat melindungi hak-hak para penyanyi dan pemusik tanah air, sekaligus memberi pemahaman, pengelolaan, serta mendistribusikan royalti atas hasil karya berupa suara dan musik, yg sekarang ini digunakan oleh beberapa macam usaha, seperti restoran, hotel, hingga tempat karaoke.

(kpl/far/gen)

@font-face{font-family:open_sansregular;src:url(https://musik./assets/font/OpenSans-Regular-webfont.eot);src:url(https://musik./assets/font/OpenSans-Regular-webfont.eot?#iefix) format(’embedded-opentype’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Regular-webfont.woff) format(‘woff’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Regular-webfont.ttf) format(‘truetype’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Regular-webfont.svg#open_sansregular) format(‘svg’);font-weight:400;font-style:normal}
@font-face{font-family:open_sansbold;src:url(https://musik./assets/font/OpenSans-Bold-webfont.eot);src:url(https://musik./assets/font/OpenSans-Bold-webfont.eot?#iefix) format(’embedded-opentype’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Bold-webfont.woff) format(‘woff’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Bold-webfont.ttf) format(‘truetype’),url(https://musik./assets/font/OpenSans-Bold-webfont.svg#open_sans_condensedbold) format(‘svg’);font-weight:400;font-style:normal}
@font-face{font-family:oswald;src:url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular.eot);src:url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular.eot?#iefix) format(’embedded-opentype’),url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular.ttf) format(‘truetype’),url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular.otf)}
@font-face{font-family:oswaldbook;src:url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular-webfont.eot);src:url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular-webfont.eot?#iefix) format(’embedded-opentype’),url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular-webfont.woff) format(‘woff’),url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular-webfont.ttf) format(‘truetype’),url(https://musik./assets/font/Oswald-Regular-webfont.svg#oswaldbook) format(‘svg’);font-weight:400;font-style:normal}
.container{width:996px;margin:0 auto;background:#CCC;min-height:500px}
.clearfix:after{clear:both}
.clearfix:after,.clearfix:before{content:” “;display:table}
.ls-headline-tag {text-align: left !important;}
.lifestyle-tag-in-content .ls-title-box{background:none repeat scroll 0 0 #1DA3A5;height:30px; margin-top: 5px;}
.lifestyle-tag-in-content .ls-title-box .ls-hastag-name,.lifestyle-tag-in-content .ls-title-box .ls-title2{float:left;height:44px;line-height:2.5em;padding:0 15px}
.lifestyle-tag-in-content .ls-title-box .ls-title2{background:none repeat scroll 0 0 #FC4B50}
.lifestyle-tag-in-content{font-family:oswaldbook;color:#fff}
.lifestyle-tag-in-content a{color: #FFFFFF;font-family: oswaldbook;font-size: 15px;font-weight: normal;line-height: 2.1em;text-decoration: none;}
.lifestyle-tag-in-content span.simak {color: #5C5C5C;font-family: arial;font-size: 14px;font-weight: bold;}

Simak Lifestyle Populer Lainnya

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin