The Man Who Can’t Be Moved, The Script Pantang Menyerah Nantikan Sang Pujaan Hati

– Sejak dirilis di tahun 2008 yg lalu, lagu grup band yang berasal Irlandia, The Script, The Man Who Can’t Be Moved terus menjadi theme song untuk orang-orang yg dimabuk asmara. Dari berbagai jenis bentuk mabuk asmara yg ada, The Script pilih penantian tidak berujung bagi buktikan rasa cintanya kepada sang pujaan hati. Tak kenal lelah, ia selalu menanti di tempat yg sama hingga bertahun-tahun.

Sejak video clipnya dimulai, sang vokalis, Danny O’Donoghue direkam dalam sebuah scene dimana ia berjalan sendirian dan cuma berteman bayangannya. Dalam scene tersebut Danny tampak berjalan menuju sebuah pojok jalan, berhenti, kemudian menebar pandangannya ke sekitar seolah ia sedang mencari seseorang. Pada scene inilah lirik lagu ini dimulai. Baris pertama itu menyampaikan bahwa di pojok jalan itulah ia pertama kali bertemu dengan seseorang yg ia sebut dengan “kamu”, sebut saja sang pujaan hati.

The Script (credit : )The Script (credit : )

Di pojok jalan itulah, sang vokalis ingin menunggu sang pujaan hati. Bukan sembarang menunggu, ia bahkan menyampaikan bahwa ia mulai tidur dalam sleeping bagnya buat menunggu sang pujaan hati. Sleeping bag bukan satu-satunya benda yg ia bawa ketika menunggu sang pujaan hati. Sebuah papan bertuliskan “Kalau kami bertemu gadis ini, beritahu dia dimana saya menantinya”, dan sebuah foto di tangan ia bawa.

Penantian ini semakin kuat saat ia bukan cuma diam menanti. Bahkan ia juga tidak ragu buat berpesan kepada orang-orang yg berada di sekitar jalan itu bagi menyampaikan dimana ia berada seandainya sang pujaan hati muncul. Dan ia mulai selalu berada di sekitaran pojok jalan yg sama, tempat mereka bertemu pertama kali.

Selalu menuggu di tempat yg sama dalam waktu yg lama membuat orang-orang yg melintas di sekitarnya salah paham. Mereka mengira bahwa ia adalah seorang tuna wisma dan memberinya uang. Padahal sesungguhnya ia bukanlah tuna wisma, melainkan tuna asmara.

Ia pun menyadari bahwa penantiannya ini tidak masuk akal. Bukan dalam hitungan hari, ia sudah menunggu selama berbulan-bulan, hingga berganti musim, dan tahun. Namun ia tetap bersikeras karena ia masih mencintai pujaan hatinya. Bahkan polisi pun tidak bisa mengurungkan niatnya bagi selalu menanti.

Hanya ada satu hal yg membuatnya memiliki tekad yg kuat bagi menunggu sang pujaan hati, merupakan suatu hari sang pujaan hati mulai merindukannya. Rindu itulah yg mulai membuat sang pujaan hati mencarinya. Dan tempat dimana mereka bertemu bagi pertama kalinya adalah tempat yg mulai dituju oleh sang gadis, tepat di pojok jalan dimana ia berada.

Pada video clip tersebut diceritakan bahwa penantiannya sampai disorot masyarakat dan televisi. Hal ini yaitu gambaran dimana penantiannya ini kekal dan tidak lekang oleh waktu hingga dikenang oleh banyak orang. Dan pada akhir video clip ia selalu menunggu tidak kenal lelah.

Buat kita yg penasaran sama liriknya dan pingin sing along lagu The Man Who Can’t Be Moved, kami mampu cek lirinya di SINI! Have fun!

(kpl/ren)

Sumber: http://musik.kapanlagi.com

Post Author: admin