690 Apotik Di Makassar Akan Diverifikasi Ulang

Makassar – Dinas Kesehatan Kota Makassar mulai melakukan pendataan dan verifikasi ulang terhadap 690 apotik serta toko obat yg ada di kota ini.

“Kalau berdasarkan jumlah yg kalian milik itu ada sekitar 690 apotik dan itu telah termasuk toko obat. Jumlahnya bagi toko obat itu 80 dan apotik 610,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, pendataan dan verifikasi ulang mulai dikerjakan setelah beberapa toko obat ditindak oleh pihak kepolisian karena maraknya peredaran dan penjualan obat-obat terlarang serta obat keras.

Nasiyah mengaku seandainya beberapa tahun terakhir ini sejak maraknya penjualan obat daftar “G” atau keras itu membuatnya lebih selektif, apalagi setelah perkara paracetamol, acetaminofen, caffeine dan juga carisoprodol (PCC) marak menghiasi pemberitaan media massa.

“Jadi perlu aku tekankan, yg mana dimaksud obat terlarang dan obat keras. Obat keras itu resmi dan legal, sedangkan obat terlarang adalah obat yg pernah resmi tetapi dihapus dalam katalog dan produksinya dilarang,” katanya.

Ia mencontohkan, obat PCC yg yaitu penggabungan beberapa macam obat itu pernah legal dan termasuk obat keras, namun pada 2013 melalui peraturan menteri kesehatan (Permenkes) obat tersebut terlarang dan dilarang diproduksi.

Setelah pelarangan itu, Perusahaan Besar Farmasi (PBF) yg menjadi distributor obat-obat bagi apotik itu kemudian dilarang menjual obat macam PCC tersebut dan dalam katalog buku obat juga telah dihapus.

“Jadi kalau ada yg jual PCC, segera saja laporkan ke polisi karena itu pelanggaran. Sudah jelas obat itu dilarang peredarannya dan PCC bukan termasuk obat daftar G,” katanya.

Naisyah melanjutkan, beberapa toko obat dan apotik perlu diverifikasi khususnya seluruh perizinannya buat diketahui apakah masih patuh terhadap aturan atau sebaliknya.

“Pendataan dan verifikasi itu utama karena jangan sampai ada apotik atau toko obat yg izin usahanya telah mati tetapi masih menjual obat-obatan,” ucapnya.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin