Aktivis Nilai Pelaporan Dandhy Laksono Tentang Demokrasi

Jakarta – Jaringan aktivis menyatakan dukungan mereka terhadap Dandhy Dwi Laksono, aktivis yg dilaporkan ke Polda Jawa Timur, karena dituduh menghina dan menebarkan kebencian terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Joko Widodo.
Jaringan aktivis itu antara yang lain terdiri dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, SAFEnet, Aliansi Jurnalis Independen dan Amnesty Internasional
“Bertentangan dengan demokrasi, kritik seharusnya tak dianggap sebahai penghinaan,” kata Ketua Umum YLBHI, Asfinawati, ketika jumpa pers di Jakarta, Jumat.
Relawan Perjuangan Demokrasi Jawa Timur melaporkan Laksono karena tulisan yg dia unggah di Facebook dianggap menimbulkan opini menyudutkan Megawati tentang penangkapan warga Papua.
Dalam tulisannya, Laksono menyandingkan Aung San Suu Kyi dan peristiwa Rohingya dengan Megawati.
Asfinawati menilai tulisan tersebut semestinya dilihat sebagai kritik buat menjaga demokrasi dan bukan yaitu serangan terhadap pribadi seseorang.
Menilai dugaan menyebarkan kebencian, Asfinawati melihat hal tersebut seharusnya ada pernyataan yg berupa hasutan.
Ia melihat hasutan adalah yg berbeda dengan yg diunggah Dandhy di media sosial.
Damar Juniarto dari SAFEnet, jaringan relawan kebebasan berekspresi,  menyatakan berdasarkan data mereka sepanjang 2017, terdapat 6 laporan terhadap aktivis yg menyuarakan pendapat mereka.
Pasal yg paling banyak digunakan adalah pasal 27 ayat (3) UU ITE tentang pencemaran nama baik.
Aktivis yg rentan mendapat laporan adalah mereka yg bergerak di bidang antikorupsi, lingkungan hidup maupun jurnalis.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin