Alexander Marwata: Spirit Natal Itu Menjadi Sesuatu Yang Baru

JAKARTA, – Pada perayaan Natal 2017 ini dimanfaatkan Alexander Marwata bagi mudik ke kampung halaman di Klaten, Jawa Tengah. Empat hari menjelang Natal, salah seorang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi itu telah mengambil cuti.

Tak cuma ke kampung halamannya, Alex juga berencana bagi mudik ke rumah mertuanya di Boyolali, Jawa Tengah.

“Biasa sih aku mudik ke Klaten, Klaten sama Boyolali. Istri aku kan (dari) Boyolali, (jadi) sekalian kan sejalan,” kata Alex, ketika berbincang-bincang dengan lewat sambungan telpon, beberapa waktu lalu.

Saat Natal, lanjut Alex, keluarganya biasanya ramai berkumpul di Boyolali atau Klaten. Tahun dahulu misalnya, dia menghabiskan malam Natal dengan beribadah bersama keluarga di Boyolali. “Habis itu biasalah tanggal 25 (Desember) nya ada saudara-saudara yg tiba ya kalian bikin acara-acara, makan-makan,” ujar Alex.

Baca juga : Dinilai Sering Buat Vonis Untungkan Koruptor, Alexander Marwata Beralasan karena Nurani

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kedua kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri), Basaria Panjaitan (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) siap mengikuti meeting dengar pendapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017). Rapat kerja Komisi III dengan KPK tersebut membahas sistem pengawasan terhadap pengelolaan dan manajemen aset hasil tindak pidana korupsi di lembaga tersebut. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/17.ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kedua kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri), Basaria Panjaitan (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) siap mengikuti pertemuan dengar pendapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017). Rapat kerja Komisi III dengan KPK tersebut membahas sistem pengawasan terhadap pengelolaan dan manajemen aset hasil tindak pidana korupsi di lembaga tersebut. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/17.

Menu hidangan Natal tahun ini, kata Alex, rencananya opor ayam. Kemudian pelengkapnya yakni kue-kue kering.  “Kebetulan aku milik kakak dia pun jadi pengerajin kue kering ya, ya itu saja. Paling juga banyak kue-kue kering telah lazim-lah itu,” ujar Alex.

Sejak awal Desember 2017, lanjut Alex, keluarganya telah mempersiapkan menyambut Natal. Salah satunya dengan memasang pohon Natal.

Pemasangan Pohon Natal ini menurut dia keinginan dari salah satu anaknya yg masih duduk di bangku kelas III SD. Ternyata anaknya tertarik dengan sinterklas.

Spirit Natal

Bagi Alex, Natal bukan ‘soal baju baru’. Dia lebih memaknai Natal dari sisi spiritual. Melalui Natal, seseorang menurutnya berusaha memperbaiki seluruh sesuatu dan menjadi berubah. “Kita berusaha memperbaiki, spirit Natal itu menjadi sesuatu yg baru-lah. Bagaimana pun kan namanya Natal, kelahiran, itu kan terus membawa harapan baru,” ujar Alex.

Spirit dalam keyakinan agama ini menurutnya sama seandainya dikaitkan dengan spirit lahirnya lembaga antirasuah, di mana dia sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua KPK. “Sama saat KPK lahir, banyak masyarakat Indonesia juga beri pengharapan mulai suatu perubahan,” ucap dia.

Natal dan Tahun Baru menurut Alex, sekaligus menjadi refleksi bagi menyadari kekurangan, kelemahan, dan kesalahan di tahun sebelumnya, bagi diperbaiki di tahun yg mulai datang.

Dia mengucapkan selamat Natal buat umat Kristiani yg merayakannya. Alex berharap, setelah Natal dan tahun baru ini, bangsa Indonesia semakin lebih baik.

“Selamat Natal, Selama Tahun Baru. Kita berharap tahun 2018 dengan Natal dan tahun baru 2018 memberikan harapan baru pada kalian bagi menjadi negara yg lebih baik,” ujar mantan hakim PN Jakarta Pusat dan hakim Tipikor Jakarta itu.

Mengingat tahun depan adalah tahun politik,  dengan adanya pilkada dan juga persiapan menjelang Pilpres 2019, Alex berharap keadaan negara aman dan tentram.

“(Dan) tentu saja lebih terbebas adari korupsi, para pejabatnya lebih memikirkan nasib rakyat, bukan nasib sendiri, maupun nasib golongan, bukan kesejahteraan sendiri atau kesejahteraan golongan tetapi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Samai di bumi, damai di hati, damailah Indonesia,” pesan Alex.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin