“Asma Dewi Tidak Terlibat Saracen”

KAMI Srikandi ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) selaku kuasa hukum Ibu Asma Dewi menyesalkan isu yg selama ini berkembang di masyarakat, yg menyebutkan bahwa Ibu Asma Dewi terlibat Saracen atau sudah melakukan transfer sebesar Rp 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) kepada Saracen.

Isu yg demikian jahat yaitu bentuk penghakiman sebelum pemeriksaan persidangan yg jelas melanggar hak asasi manusia (HAM).

Faktanya, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) maupun surat dakwaan yg sudah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan pekan dulu tak ada sama sekali tuduhan bahwa Ibu Asma Dewi adalah bendahara Saracen dan sudah melakukan transfer sebesar Rp 75 juta kepada Saracen.

Jika tuduhan dalam surat dakwaan saja tak ada tentu faktanya juga tak ada, dan memang Ibu Asma Dewi tak ada kaitan sama sekali dengan Saracen.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Ibu Asma Dewi dituduh menyebarkan keterangan yg mampu menimbulkan kebencian berdasarkan SARA.

Tuduhan tersebut juga tak benar karena status Facebook Asma Dewi tak menghina suku, agama, etnis atau golongan apa pun. Status tersebut merupakan  bentuk ekpresi kebebasan mengatakan pendapat serta kritikan terhadap pemerintah yg masih dalam koridor hukum.

Ibu Asma Dewi hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yg memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan dan tak memiliki kecenderungan bagi melakukan ujaran kebencian kepada siapa pun.

Srikandi ACTA mengimbau kepada segala pihak buat tetap menegakkan asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent) dan tetap jernih dalam memandang permasalahan hukum yg sedang dijalani oleh Ibu Asma Dewi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

***

Artikel ini yaitu hak jawab atas pemberitaan pada 11 September 2017 yg diajukan Advokat Cinta Tanah Air selaku kuasa hukum Asma Dewi.

ACTA mengadukan ke Dewan Pers atas pemberitaan berjudul “Siapa Asma Dewi, Ibu Rumah Tangga yg Transfer Rp 75 Juta ke Saracen?”

Adapun judul yg dibuat itu sebelumnya dibuat berdasarkan informasi dari Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto yg memberikan informasi mengenai penangkapan Asma Dewi.

Pemberitaan itu sendiri dibuat dengan maksud bagi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai Asma Dewi, mengingat begitu banyaknya keterangan yg belum terkonfirmasi di dunia maya, terutama media sosial.

Dalam artikel yg dipermasalahkan, telah berupaya bagi melakukan konfirmasi ke pihak Asma Dewi dan sejumlah pihak terkait, yg dianggap bisa memberikan penjelasan mengenai profil Asma Dewi. 

Namun, setelah dikerjakan pengujian, Dewan Pers menilai pemberitaan itu belum memenuhi kaidah dan kode etik jurnalistik sebagaimana semestinya.

Setelah melakukan mediasi di Dewan Pers pada hari ini, Selasa (19/12/2017), maka artikel berikut ini kita muat sebagai hak jawab yg diajukan ACTA.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin