ASN Di Konawe Selatan Bakal Tak Terima Tunjangan Jika Jadi Penyelenggara Pemilu

Andoolo, Sulawesi Utara – Aparatur sipil negara (ASN) khususnya guru atau tenaga pendidik di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yg menjadi penyelenggara pemilu terancam kehilangan tunjangan sertifikasi karena melalaikan tugas pokok sebagai tenaga pendidik.

“Semua pihak berharap pemilihan gubernur Sultra dan pilkada sejumlah kabupaten/kota yg dijadwalkan serentak 26 Juni 2018 berjalan sukses, namun tak menelantarkan tugas pokok sebagai aparatur sipil negara,” kata Bupati Konawe Selatan Surunudin Dangga, di Andoolo, Minggu.

Selain tenaga pendidik yg mendapat peringatan itu, Bupati Konawe Selatan juga memperingatkan tenaga medis.

“Kalau mau menjadi penyelenggara pilkada maka tunjangan sertifikasinya ditiadakan. Tenaga medis juga kalau mau urus pilkada mulai kehilangan tambahan penghasilan,” kata Surunuddin.

Meski demikian Surunuddin mengaku memahami adanya ASN atau siapa pun berminat menjadi penyelenggara atau pun pengawas pilkada karena tidak mengurangi pengalaman dan pendapatan.

Tak ada regulasi larangan

Ketua KPU Konawe Selatan Herman menyampaikan tak ada ketentuan yg melarang ASN menjadi penyelenggara pilkada, tapi ASN itu harus seizin pimpinannya.

“Tidak ada larangan ASN menjadi penyelenggara pilkada, tapi kalau bupati melarang maka terserah ASN yg bersangkutan,” kata Herman pula.

Herman menambahkan seleksi panitia pemilihan kecamatan dilaksanakan seobjektif mungkin bagi mendapatkan penyelenggara yg berpengalaman dan profesional.

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin