Basarnas: Danau Toba Airnya Keruh Dan Dingin Sekali

JAKARTA, – Pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara selalu dilakukan. Pencarian dinilai cukup menantang karena keadaan Danau Toba yg amat dalam.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi menyatakan, pihaknya sudah menerjunkan penyelam buat melakukan pencarian korban. Sejumlah peralatan pendukung pun digunakan.

Namun, kata Syaugi, Danau Toba memiliki kedalaman sekira 300 hingga 500 meter. Airnya pun keruh dan sangat dingin, yg menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelaman.

“Di dalam telah diselami sampai 50 meter masih belum ditemukan apa-apa karena cukup gelap di dalam. Airnya keruh dan dingin sekali,” ujar Syaugi dalam konferensi pers di Posko Nasional Angkutan Lebaran 2018 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Baca juga: Seluruh Kapal Motor di Danau Toba Diduga Tak Pernah Disertifikasi

Syaugi mengungkapkan, tim penyelam pun telah memakai senter bagi mencari korban di dalam air. Akan tetapi, senter tersebut cuma mampu menjangkau jarak pandang 5 meter.

Pesawat Hercules TNI AU type C-130 H/HS/L-100-30, Nomor A-1323 datang Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Selasa (19/6/2018). Pesawat ini membawa tim Basarnas dari Jakarta buat menolong mencari korban hilang tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Samosir, Senin (18/6/2018) sore.handout Pesawat Hercules TNI AU type C-130 H/HS/L-100-30, Nomor A-1323 datang Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Selasa (19/6/2018). Pesawat ini membawa tim Basarnas dari Jakarta bagi menolong mencari korban hilang tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Samosir, Senin (18/6/2018) sore.

Basarnas, imbuh dia, telah melaksanakan operasi pencarian selama 24 jam. Namun demikian, ada beberapa kendala yg dihadapi.

“Kendala yg dihadapi apa? Pertama, cuaca di situ, bila hujan. Dinginnya air. Menyelam pada malam hari mampu dibayangkan betapa dinginnya,” jelas Syaugi.

Oleh karena itu, Basarnas memfokuskan pencarian saat hari terang. Pencarian pun dikerjakan baik di dalam maupun di permukaan air.

“Masyarakat, TNI, dan Polri tetap menolong terus,” ucap Syaugi.

Baca juga: Menhub: Pemerintah Sekuat Tenaga Cari Korban KM Sinar Bangun yg Hilang

KM Sinar Bangun tenggelam pada Senin (18/6/2018) pukul 17.15. Kapal motor tersebut tenggelam setelah meninggalkan dermaga sejauh 500 meter.

Pada ketika peristiwa itu terjadi, cuaca dalam keadaan hujan deras disertai angin kencang dan petir. Ketinggian gelombang diperkirakan hingga mencapai 2 meter.

TV Presiden Joko Widodo memberikan penjelasan terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin