Berita Populer: Dengarkan Musik Saat Berkendara Diancam Pidana Dan Isu Prabowo Cawapres Jokowi

1. Merokok atau Dengarkan Musik Saat Mengemudi Hukumannya 3 Bulan Penjara

Mendengarkan musik atau merokok ketika mengendarai kendaraan roda dua ataupun roda empat mungkin menjadi kebiasaan sebagian orang bagi mengatasi kepenatan sepanjang perjalanan.

Namun, ternyata kebiasaan ini tidak boleh dilakukan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, kebiasaan semacam ini yaitu bentuk pelanggaran aturan yg ancaman hukumannya tidak main-main.

“Merokok dan mendengarkan radio atau musik atau televisi (untuk pengguna roda empat) melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 juncto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar Budiyanto saat dihubungi , Kamis (1/3/2018).

Tidak cuma itu, mengoperasikan ponsel dan terpengaruh minuman beralkohol ketika berkendara pun termasuk pelanggaran UU tentang Lalu Lintas.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Baca selengkapnya: Merokok atau Dengarkan Musik Saat Mengemudi Hukumannya 3 Bulan Penjara  

2. Rumah DP 0 Rupiah di Rorotan Ternyata Bukan Program Pemprov DKI

Groundbreaking atau peletakan batu pertama rumah tapak DP 0 rupiah mulai dikerjakan pada 28 Februari 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (24/2/2018)./DAVID OLIVER PURBA Groundbreaking atau peletakan batu pertama rumah tapak DP 0 rupiah mulai dikerjakan pada 28 Februari 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (24/2/2018).

Kabar adanya program rumah DP 0 rupiah di Rorotan, Jakarta Utara, menggembirakan sejumlah orang, terutama warga sekitar lokasi proyek perumahan itu. Soalnya, program rumah DP 0 rupiah di Rorotan itu berbeda dengan yg sudah dicanangkan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Program di Pondok Kelapa berbentuk rumah susun, sedangkan di Rorotan berkonsep rumah tapak.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik yaitu yg pertama kali mengatakan keterangan mengenai rumah DP 0 rupiah di Rorotan itu. Ia mengatakan, ada pengembang swasta, merupakan PT Nusa Kirana, yg mau bekerja sama dengan Pemprov DKI buat membangun rumah tapak DP 0 rupiah di Rorotan.

“Swasta banyak, lho, yg mau kerja sama, misalnya sebentar lagi ada di Malaka, Rorotan, itu ada perusahaan Nusa Kirana, dia mulai bangun, mungkin sekitar 200 unit,” kata Taufik di Tanah Abang pada 20 Januari lalu.

“Di sana dia mulai bangun rumah landed, rumah tapak,” ujar Taufik.

Keesokan harinya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga mengungkapkan hal yg sama. Dia menyinggung ada pengembang yg mau membangun rumah tapak DP 0 di Rorotan.

Dia setuju dengan rencana pengembang itu, tapi minta rumah dibangun tiga hingga empat lantai. Sandiaga juga meminta pengembang tak terburu-buru.

Baca selengkapnya: Rumah DP 0 Rupiah di Rorotan Ternyata Bukan Program Pemprov DKI

3. Ini Alasan Presiden Pilih Heru Winarko sebagai Kepala BNN

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko seusai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yg sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK menjadi Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yg memasuki masa pensiun.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko seusai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yg sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK menjadi Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yg memasuki masa pensiun.

Presiden Joko Widodo memilih Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) atas alasan integritas. Presiden menilai, Heru memiliki latar belakang institusi asal, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang paling utama dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, mudah menggoda orang buat berbuat tak baik,” ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Presiden juga menunjuk Heru sebagai pengganti Komjen Budi Waseso dengan harapan BNN menjadi lembaga yg lebih profesional daripada sebelumnya.

“Kita ingin BNN memiliki standar-standar yg baik seperti yg Pak Heru telah terapkan di KPK. Ada standar-standar yg dibawa dari KPK ke BNN,” ujar Jokowi.

“Ada standar good governance dan standar tata kelola organisasi,” lanjutnya. Dengan demikian, kinerja BNN juga diharapkan lebih baik lagi.

Baca selengkapnya: Ini Alasan Presiden Pilih Heru Winarko sebagai Kepala BNN

 4. Pengemudi Ojek “Online” Keroyok dan Rusak X-Trail di Underpass Senen

Pengeroyokan dan perusakan mobil Nissan X-Trail oleh para pengemudi ojek online di Underpass Senen, Jakarta. INSTAGRAM/JKTINFO Pengeroyokan dan perusakan mobil Nissan X-Trail oleh para pengemudi ojek online di Underpass Senen, Jakarta.

Sekelompok pengemudi ojek online mengeroyok dan merusak satu mobil Nissan X-Trail putih dengan nomor polisi yg masih dirahasiakan. Video pengeroyokan ini viral di media sosial.

Menurut Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno, peristiwa itu terjadi di Underpass Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). “Sejauh ini apa yg ada dalam video itu adalah benar. Kami masih lakukan penyelidikan,” ujar Suyatno ketika dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018).

Suyatno mengatakan, ketika ini polisi masih melakukan penyelidikan. Pihaknya meminta informasi pemilik mobil.

Pengemudi mobil sudah mendatangi Mapolres Jakarta Pusat buat melaporkan perusakan mobil yg dikerjakan pengemudi ojek online itu.

“Untuk penyebabnya kalian belum tahu pasti karena masih periksa saksi. Nanti mulai dikabarkan perkembangan lebih lanjut,” ujar Suyatno.

Dalam video yg beredar, sekelompok pengemudi ojek online kelihatan memukul-mukul mobil dan merusak mobil X-Trail putih itu di Underpass Senen, Jakarta Pusat. Berbagai teriakan dan makian terdengar dari arah kumpulan pengemudi ojek online.

Baca selengkapnya: Pengemudi Ojek “Online” Keroyok dan Rusak X-Trail di Underpass Senen
Baca juga: Kronologi Ojek “Online” Rusak X-Trail di Underpass Senen Versi Pengemudi Mobil

5. Diusulkan Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban Prabowo

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menaiki kuda di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Ihsannuddin Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menaiki kuda di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara terkait wacana menyandingkan dirinya sebagai calon wakil presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Wacana duet Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mengemuka beberapa waktu belakangan ini. Prabowo menegaskan bahwa dirinya mulai mendengarkan suara seluruh kader Partai Gerindra.

“Saya sebetulnya, kan, mandataris partai saya. Saya mulai mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat-sahabat, suara mitra,” ujar Prabowo ketika ditemui di rumah pribadinya, Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).

“Kami mulai mengutamakan kepentingan nasional. Itu yg aku dapat janji kepada kalian,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo belum menetapkan apakah dirinya mulai maju dalam Pilpres 2019. Ia menegaskan, keputusan itu mulai ia ambil setelah berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra dan parpol yang lain yg membuka peluang berkoalisi dengan Gerindra.

Baca selengkapnya: Diusulkan Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban Prabowo

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin