BNN: Obat PCC Dikonsumsi Warga Kendari Dosisnya Berbeda

Kendari – Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Bagus Hari Cahyono menyampaikan obat PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) yg dikonsumsi puluhan warga Kendari sehingga mereka dilarikan di UGD dosisnya berbeda dari yg umumnya.

“Ini kemasannya saja yg PCC, tetapi obatnya bukan sehingga efeknya seperti yg terjadi pada puluhan warga yg dilarikan ke rumah sakit tersebut,” kata Bagus Hari di Kendari, Rabu.

Dikatakan, pihaknya bersama kepolisian telah menduga obat Tramadol dan Somadril menjadi penyebab dua warga yg dilarikan ke UGD selama beberapa hari ini.

“Hanya saja efek yg ditimbulkan itu masih menjadi pertanyaan, mengonsumsi tiga sampai lima butir obat ini efeknya korban kehilangan kesadaran hingga berhari-hari,” katanya.

Tetapi, kata dia, yg terjadi pada korban yg sedang ditangani ketika ini berbeda, bahkan ada yg menceburkan diri ke laut hingga meninggal.

Ia menyampaikan obat Somadril dan Tramadol masuk dalam daftar G, yg artinya obat itu masuk dalam kategori obat keras yg penggunaannya harus memakai resep dari dokter.

“Bila obat ini dikonsumsi dengan dosis tinggi atau dosis yg tak sesuai anjuran dokter maka dapat berakibat fatal buat penggunanya sehingga harus diawasi peredarannya,” katanya.

Puluhan warga selama beberapa hari terakhir dilarikan ke UGD dua rumah sakit di Kendari dan yg terbanyak di RSJ Kendari karena mengalami gangguan kejiwaan diduga habis mengonsumsi obat PCC yg dioplos dengan Somadril dan Tramadol.

Data terakhir pihak BNN Sultra korban yg dilarikan ke rumah sakit tersebut berjumlah 64 orang, beberapa di antaranya meninggal dunia.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652707/bnn-obat-pcc-dikonsumsi-warga-kendari-dosisnya-berbeda

Post Author: admin