BNPB : Status Gunung Agung Waspada

Jakarta – Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan status Gunung Agung di Bali menjadi waspada seiring meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

“Adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung… Maka PVMBG Badan Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level normal ke level II (waspada) terhitung akan Kamis pukul 14.00 WITA,” kata Sutopo lewat informasi tertulisnya yg diterima di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan Badan Geologi sudah memberitahukan kepala daerah dan instansi terkait bagi mengantisipasi fenomena alam tersebut. Rekomendasi yg dikeluarkan oleh Badan Geologi antara yang lain masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung agar tak beraktivitas di radius tiga kilometer dari kawah gunung atau pada elevasi 1.500 meter dari permukaan laut.

BNPB, kata dia, sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem terkait peningkatan status Waspada Gunung Agung. Sosialisasi mulai dikerjakan kepada masyarakat agar mematuhi rekomendasi.

Rencana kontinjensi, lanjut dia, mulai langsung disusun bagi merencanakan seluruh kemungkinan seandainya ada peningkatan status gunung api lebih lanjut.

Sutopo menyampaikan Gunung Agung memiliki sejarah aktivitas erupsi yg dicirikan oleh erupsi-erupsi yg bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat kegiatan yg berada pada kawah. Masih dilihat pada sejarah erupsi, potensi ancaman berupa bahaya berupa jatuhan piroklastik, aliran piroklastik dan aliran lava.

“Daerah yg berpotensi terancam jatuhan piroklastik bisa tersebar di sekeliling Gunung Agung tergantung pada arah angin. Dengan keadaan aktivitas seperti ketika ini, apabila terjadi letusan, potensi bahaya diperkirakan masih berada di area tubuh Gunung Agung yg berada di lereng utara, tenggara dan selatan gunung,” kata dia.

Menurut dia, Badan Geologi mencatat Gunung Agung yg meletus pada 12 Maret 1963 berskala VEI 5, dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 kilometer di atas puncak Gunung Agung dan disertai oleh aliran piroklastik yg menghancurkan dua desa di sekitar. VEI yaitu skala pengukuran relatif letusan gunung.

Gunung Agung dengan VEI 5, kata dia, dideskripsikan mengalami erupsi sangat besar. Saat itu letusan menewaskan sekitar 1.100 jiwa, yg sebagian terkena aliran lahar. Aktivitas Gunung Agung selesai pada tanggal 27 Januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diameter 500 meter dan kedalaman hingga 200 meter.

“Masyarakat diimbau bagi tetap tenang dan tak terpancing pada hal-hal yg menyesatkan. Letusan gunung bersifat slow on set, artinya tak seketika meletus, tetapi terus mengeluarkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik sebelumnya sehingga PVMBG bisa memutuskan rekomendasi lebih lanjut,” kata dia.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652697/bnpb–status-gunung-agung-waspada

Post Author: admin