Cegah “Illegal Fishing”, Kejaksaan Akan Bentuk “Jaksa Masuk Laut”

JAKARTA, – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, Kejaksaan Agung ingin kembali terlibat dalam pencegahan tindak pidana di wilayah laut.

Caranya, dengan membangkitkan kembali program ” Jaksa Masuk Laut” dalam rangka memberi penerangan hukum terhadap warga dinkawasan pantai dan laut.

“Saya kemarin bertemu KSAL, kita mulai hidupkan kembali jaksa masuk laut karena banyak permasalahan di laut,” ujar Prasetyo, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Program tersebut sebelumnya sudah diterapkan oleh Kejaksaan Agung pada era Hari Suharto yg akan berjalan sejak 1985. Kegiatan itu berjalan di tujuh provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, dan Irian Jaya.

Baca juga: Kejagung Siapkan Jaksa Khusus buat Tangani Perkara Pilkada 2018

Tujuannya, bagi meningkatkan keamanan dan penegakan hukum di laut.

Program tersebut mulai dihidupkan kembali karena maraknya tindak pidana di laut, seperti illegal fishing, menangkap ikan dengan peledak, penyelundupan, hingga pidana lintas batas.

“Kami sepakat dengan KSAL nantinya secepatnya mulai kerja sama bagi bawa serta jaksa kalian memberikan pengarahan dan penkum di tengah laut pada masyarakat yg banyak tinggal di pantai atau laut,” kata Prasetyo.

Selain itu, Kejaksaan Agung ketika ini tengah menerapkan program jaksa masuk sekolah dan jaksa masuk pesantren.

Baca juga: 2017, Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 734 M dari Kasus Pidana Khusus

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah dan santri. Prasetyo mengatakan, kejaksaan ingin memperkenalkan hukum kepada anak-anak usia sekolah agar lebih sadar hukum.

Penekanannya adalah pembentukan budaya antikorupsi sedini mungkin.

“Dengan adanya pembekalan, saat telah jadi pemimpin bangsa, atau sebagai birokrat, atau pengusaha, mereka tahu persis bahwa korupsi tak baik dikerjakan karena menyengsarakan masyarakat,” kata Prasetyo.

TV Jaksa Agung M Prasetyo mulai mengevaluasi putusan vonis hukuman 18 bulan penjara terhadap Buni Yani.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin