Diskominfo Kalbar Siapkan Aplikasi Penangkal Hoax

Pontianak – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat Anthony Sebastian Runtu menyampaikan ketika ini pihaknya sedang mempersiapkan aplikasi khusus bagi memantau penyebaran pemberitaan hoax (berita bohong) di provinsi itu.

“Saat ini kalian sedang mempersiapkan aplikasi khusus bagi memantau penyebaran berita hoax di media sosial. Untuk memaksimalkan aplikasi tersebut, kami juga mempersiapkan SDM yg mulai menjalankannya yg tergabung dalam tim media sosial analitik,” kata Anthony di Pontianak, Jumat.

Dia menjelaskan, aplikasi itu nantinya dapat mengetahui persis berita yg menjadi trending topik di media sosial. Jika terindikasi keterangan tersebut mengandung hoax, tim analitik media sosial ini mulai melakukan verifikasi ke sumber berita.

“Termasuk mengkonfirmasi keterangan tersebut ke kementerian terkait. Ketika itu benar-benar hoax, maka bantahan atau counter bagi keterangan itu kita sebarkan ke masyarakat,” tuturnya.

Ia menuturkan upaya counter dengan melalui SMS sesuai dengan lokasi dimana keterangan itu tersebar. Proses itu tentunya memakai kecanggihan teknologi sekaligus bekerja sama dengan pihak Telkom.

Ia mencontohkan di kabupaten A misalnya tersebar keterangan yg menghebohkan masyarakat. Ternyata setelah diverifikasi dan konfirmasi keterangan itu hoax, maka pihaknya mulai segera menyebar keterangan bantahan memakai SMS yg menyebar ke masyarakat.

“Begitu tahu berita itu hoax, kalian segera menangkal dengan memakai SMS, tentu dibarengi dengan alat yg ada. Bantahan itu segera menyebar ke masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penyebaran keterangan bantahan itu tentu memakai peralatan dan bekerja sama dengan Telkom. Saat ini sistem dan aplikasi sedang dirancang.

Kendati demikian ia mengakui Kominfo yg ditanganinya tak memiliki kewenangan buat menghapus berita hoax, sebab sepenuhnya ada di tangan Kementerian Kominfo di tingkat pusat.

Namun pembentuk tim ini menjadi gerak cepat Diskominfo guna menangkal keterangan yg tak benar menjelang pemilihan kepala daerah di tahun 2018.

Ia menuturkan tak ingin pemberitaan hoax mulai menimbulkan suasana tak nyaman. Apalagi dimanfaatkan dengan kepentingan yg dapat mengarah kepada disintegrasi bangsa dan perpecahan.

“Kita mulai berupaya keras buat memberikan keterangan yg sebenarnya kepada masyarakat, agar masyarakat tak gampang terpancing oleh pemberitaan hoax tersebut,” katanya.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin