Dokter Yang Rawat Novanto Jadi Tersangka, IDI Akan Koordinasi Dengan KPK

JAKARTA,  — Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) mulai berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyikapi penetapan dokter RS Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Bimanesh yaitu dokter yg merawat mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto setelah kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, November 2017.

KPK menetapkannya sebagai tersangka masalah dugaan merintangi penyidikan.

Sekretaris Jenderal IDI Adib Khumaidi mengatakan, IDI telah lama bekerja sama dengan KPK di bidang pencegahan korupsi.

“Nanti kita mulai koordinasi, apakah bukti yg didapat KPK yaitu alat bukti yg masuk ranah profesi dia sebagai dokter atau masuk ranah pidana umum,” ujar Adib kepada , Kamis (11/1/2018).

Baca juga: Diduga Berkomplot dengan Dokter Bimanesh, Fredrich Sebut KPK Memfitnah

Adib mengatakan, seandainya bukti mengarah ke pidana umum, IDI tak dapat mencampuri ranah KPK sebagai penegak hukum.

Bimanesh harus bertanggung jawab secara pribadi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018). /Robertus Belarminus Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Sementara seandainya perbuatannya berkaitan dengan etik dan profesi kedokteran, IDI mulai melakukan pendampingan.

IDI juga mulai melakukan serangkaian proses di internal melalui majelis kehormatan.

“Kalau ada kaitannya dengan pelayanan kesehatan atau dalam tindakan keprofesionalan sebagai dokter, IDI berkewajiban melakukan pendampingan sekaligus pemeriksaan secara internal juga dilakukan,” katanya.

Adib mengatakan, dalam profesi kedokteran, ada kode etik di mana setiap dokter wajib menjunjung tinggi independensi dalam menjalankan profesi.

Baca juga: KPK Duga Dokter Bimanesh Memanipulasi Data Medis Setya Novanto

Hal itu termasuk dalam pengambilan keputusan medis, dokter tak mampu diintervensi pihak mana pun.

Seorang dokter harus menjalankan profesi sesuai standar dan dijalankan dengan norma etika. Setidaknya ada empat standar yg melekat, yakni standar profesi, standar kompetensi, standar pelayanan, dan standar etik.

Jika ada hal yg menyalahi standar profesi dan pelayanan, mulai diselesaikan melalui Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran. Sementara buat pelanggaran etik, ditangani Majelis Kehormatan Etik.

“Kalau bicara norma hukum umum, tentunya kewajiban sebagai warga negara. Nanti tugas dari penegak hukum dan di luar dari kepentingan profesi,” kata Adib.

Halangi penyidikan

Sebelumnya, Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan dalam perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyatakan, Bimanesh diduga merekayasa data medis Novanto.

Baca juga: Jadi Tersangka, Dokter Bimanesh Dicegah ke Luar Negeri oleh KPK

Ia diduga bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, memasukkan Novanto ke rumah sakit buat dikerjakan rawat inap setelah kecelakaan.

“FY dan BST diduga bekerja sama bagi memasukkan tersangka SN ke rumah sakit bagi dikerjakan rawat inap dengan data medis yg diduga dimanipulasi sedemikian rupa,” kata Basaria.

Bimanesh dan Fredrich disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });
TV Mantan pengacara Setnov telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin