DPP Partai Golkar Diminta Tak Main-main Dalam Pilih Caleg 2019

JAKARTA, – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, meminta DPP Partai Golkar memilih calon legislatif 2019 secara obyektif. Hal ini dinilai utama dalam strategi pemenangan Pileg 2019.

“Bukan atas dasar kedekatan dengan ketua umum, bukan atas dasar yg sifatnya subyektif, apalagi kalau ada bayar-membayar,” ujar Agung di kediamannya, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

“Tetapi dalam menyusun daftar calon itu sangat penting. Ini yg mulai dilihat dari kita dan mampu membuat perpecahan, keretakan, kalau dalam hal ini main-main,” kata dia.

Bahkan, Agung menilai, pemilihan caleg juga harus melihat rekam jejaknya. Menurut dia, caleg yg milik rekam jejak bermasalah dengan hukum, maka tidak perlu lagi dipilih.

“Saya kira kalau itu dilakukan, kalian mulai kompak dalam meningkatkan elaktabiktas partai,” kata dia.

Baca juga: Agung Laksono: Golkar Sepakat Airlangga Hartarto Cawapresnya Jokowi

Seperti diketahui, Partai Golkar coba menggenjot elektabilitasnya setelah diterpa badai prahara keterlibatan mantan ketua umumnya, Setya Novanto, dalam lingkaran korupsi KTP elektronik.

Akibat persoalan itu, elektabilitas Partai Golkar terjun bebas. Bahkan pada Desember 2017, elektabilitas Partai Golkar cuma 7 persen, jauh dari perolehan syarat pada Pemilu 2014 yg mencapai 14,75 persen.

TV Partai Golkar sudah memutuskan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai cawapres buat Presiden Joko Widodo di pilpres 2019.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin