Enam Hal Menarik Dari Sidang Perdana Kasus First Travel

JAKARTA, – Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Depok sudah membacakan dakwaan masalah dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh agen perjalanan umrah First Travel.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018).

Tiga bos First Travel duduk di kursi terdakwa. Mereka adalah Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki

Baca juga: Berbagai Spanduk Warnai Sidang Kasus First Travel di PN Depok

Sejumlah hal menarik muncul dalam sidang tersebut, akan dari awal sidang hingga soal poin-poin dakwaan.

Berikut hal menarik yg kalian rangkum dari sidang perdana First Travel:

1. Diteriaki “rampok” dan “penipu”

Korban First Travel berbondong-bondong ke Pengadilan Negeri Depok dan memadati ruang sidang utama.

Sejumlah korban agen travel umrah PT First Travel mengacungkan spanduk ketika menghadiri sidang perdana masalah dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018)./AMBARANIE NADIA Sejumlah korban agen travel umrah PT First Travel mengacungkan spanduk ketika menghadiri sidang perdana masalah dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018).

Mereka ingin menyaksikan segera proses hukum terhadap para bos First Travel.

Ketika ketiga terdakwa masuk ruang sidang, sontak para korban menyoraki mereka.

Ada yg meneriakkan kata “rampok”, “maling”, dan “penipu”. Korban merasa gemas dengan Andika, Anniesa, dan Kiki yg sudah menelantarkan nasib mereka.

Baca juga: Pengunjung Teriak Penipu Saat Tiga Bos First Travel Masuk Ruang Sidang

Ruang sidang yg padat dan pengap itu sempat diwarnai beberapa menit.

Pengunjung sidang sulit direda emosinya, meskipun petugas pengadilan sudah meminta mereka tenang melalui mikrofon.

“Saya minta perhatian sebentar, tolong perhatikan. Dengarkan dulu,” kata petugas tersebut.

Namun, ucapannya seolah tidak didengarkan.

Beberapa pengunjung sidang coba mengingatkan pengunjung yang lain agar tak marah-marah lagi.

“Sudah, nanti enggak mulai-mulai sidangnya,” kata orang tersebut.

2. Rugikan jemaah Rp 905,3 miliar 

Dalam kurun 2015-2017, para terdakwa mengambil uang yg sudah disetorkan calon jamaah sebesar Rp 905,333 miliar.

Baca juga: Bos First Travel Didakwa Rugikan Puluhan Ribu Jamaah Sebesar Rp 905,3 Miliar

Uang tersebut berasal dari paket promo seharga Rp 14,3 juta per orang.

Terdakwa merupakan Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan menjalani sidang perdana perkara dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018)./KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa merupakan Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan menjalani sidang perdana masalah dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018).

Seharusnya, calon jemaah mampu berangkat umrah satu tahun setelah pelunasan pembayaran. Kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, para calon jemaah tidak kunjung diberangkatkan.

Adapun jumlah korban yg tak diberangkatkan sebanyak 63.310 calon jamaah.

3. Jalan-jalan ke Eropa

Salah satu peruntukan uang calon jemaah yg digelapkan para terdakwa digunakan bagi plesir keliling Eropa.

Berdasarkan dakwaan, uang calon jemaah yg digunakan buat jalan-jalan itu sebesar Rp 8,6 miliar.

Baca juga: Bos First Travel Pakai Uang Calon Jemaah Umrah Rp 8,6 Miliar bagi Jalan-jalan ke Eropa

Anniesa juga menyewa booth di event “Hello Indonesia” bagi kepentingan bisnisnya seharga Rp 2 miliar. Acara itu digelar di Trafalgar Square, London, pada 2014 dan 2015.

Selebihnya, uang ditransfer ke sejumlah rekening dan membayar kepentingan pribadi lainnya.

4. Beli restoran dan perusahaan 

Andika, Anniesa, dan Kiki membeli restoran di London senilai Rp 10 miliar dengan uang hasil penggelapan.

Restoran itu bernama Golden Day Restaurant punya Love Health. Namanya kemudian diganti terdakwa menjadi Restoran Nusa Dua.

Terdakwa merupakan Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan menjalani sidang perdana masalah dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018)./KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa merupakan Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan menjalani sidang perdana perkara dugaan penipuan dan penggelapan oleh agen perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018).

Dalam surat dakwaan, bos First Travel juga membeli perusahaan PT Hijrah Bersama Taqwa dan PT Interculture Torindo pada 2016 masing-masing senilai Rp 1,2 miliar. Mereka juga membeli perusahaan Yamin Duta Makmur senilai Rp 2,5 miliar.

Baca juga: Bos First Travel Pakai Uang Calon Jamaah bagi Beli Restoran di London, Mobil, Hingga Perusahaan

Bahkan, buat membayar sewa kantor First Travel di Jalan Rasuna Said, Kuningan, para terdakwa juga memakai uang setoran calon jemaah senilai Rp 1,3 miliar per empat bulan.

Penggunaan uang itu termasuk buat bayar sewa kantor First Travel di GKM Tower, TB Simatupang, sebesar Rp 8,2 miliar bagi tiga tahun dan kantor di Kemang senilai Rp 800 juta per tahun.

5. Beli 18 mobil senilai Rp 9 miliar 

Barang Bukti perkara First Travel diserahkan ke Kejaksaan Negeri, Depok, Kamis (7/12/2017). Bareskrim Polri melimpahkan para tersangka dan barang bukti perkara dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT First Travel ke Kejaksaan Negeri Depok setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.KRISTIANTO PURNOMO Barang Bukti masalah First Travel diserahkan ke Kejaksaan Negeri, Depok, Kamis (7/12/2017). Bareskrim Polri melimpahkan para tersangka dan barang bukti perkara dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT First Travel ke Kejaksaan Negeri Depok setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.

Ketiga terdakwa juga menikmati uang calon jamaah bagi membeli barang-barang mewah. Termasuk mobil, yg dirinci dakwaan, jumlahnya sebanyak 18 unit.

Harganya juga beragam, dari yg paling kecil nominalnya Rp 100 juta hingga Velfire senilai Rp 1 miliar.

Baca juga: Aset First Travel yg Disita Hanya 10 Persen dari Hasil Penggelapan Uang Calon Jemaah

Adapun macam mobil yg dibeli merupakan Fortuner, Velfire, Grand Livina, BMW Z4, Hummer, Pajero, Avanza, Xenia, hingga Honda HRV. Adapun total harga mobil yg dibeli senilai Rp 9,035 miliar.

6. Beli cincin berlian dan tas mahal

Uang calon jemaah diduga digelapkan bagi menunjang gaya hidup Anniesa yg glamor dan fashionable. Beberapa tas mewah yg dia pamerkan di Instagram ternyata dibeli dengan uang setoran calon jemaah First Travel.

Berdasarkan surat dakwaan, ada beberapa tas mewah yg dibeli Anniesa.

Tas Gucci dibeli Anniesa seharga Rp 18 juta, Furla seharga Rp 24 juta, dan Louis Vuitton seharga Rp 30 juta.

Mendengar angka-angka itu, pengunjung sidang berseru sambil mengeluarkan kata-kata umpatan.

Baca juga: Sidang Perdana, Tiga Bos First Travel Tak Didampingi Pengacara

Tak cuma sekali, hal itu dikerjakan berkali-kali sepanjang jaksa membacakan dakwaan, terutama yg berkaitan dengan nilai uang yg dibelanjakan para terdakwa.

Selain itu, ada pula transfer valuta asing ke bank asing HSBC Hongkong atas nama World Fashion Week LTD sebesar Rp 258.090.030.

Anniesa juga membeli sebuah cincin berlian pada 2016. Cincin tersebut diperkirakan harganya Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.

Ada pula daftar pembelian jam tangan merk Carl Bucheer senilai Ro 200 juta.

“Untuk menyembunyikan atau menyamarkan yang berasal usul uang berasal dari uang setoran biaya perjalanan ibadah umrah yg disetor para calon jamaah,” kata jaksa Heri Jerman.

TV Pengadilan Negeri Depok menggelar sidang perdana masalah dugaan penipuan dan penggelapan First Travel dengan tiga terdakwa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin