Fenomena El Nino Picu Kekeringan Di NTT

Kupang – Pengamat Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Ir Leta Rafael Levis, M.Rur.Mnt, menyampaikan fenomena El Nino memicu kekeringan di 14 kabupaten dari 22 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

“Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaporkan meluasnya pemutihan (bleaching) terumbu karang di segala perairan Indonesia di 2015 hingga penghujung 2016 yg disebabkan peningkatan suhu air laut akibat anomali cuaca El Nino,” katanya di Kupang, Minggu.

Ia menyampaikan secara rata-rata, berdasarkan hasil monitoring jangka panjang (sejak 1993), terjadi kecenderungan peningkatan keadaan terumbu karang Indonesia ke arah yg lebih baik, walaupun di penghujung 2016 terjadi sedikit penurunan.

Penurunan keadaan terumbu karang tersebut disebabkan pada 2015 dan 2016 hampir di semua perairan Indonesia dilaporkan terjadi pemutihan karang yg diikuti dengan infeksi penyakit dan serangan hama.

Ketua Penyuluh Pertanian NTT itu menjelaskan pemutihan karang ini disebabkan oleh kenaikan suhu air laut akibat fenomena anomali cuaca El Nino, dan para ahli memperkirakan pemutihan karang mulai tidak jarang terjadi di masa yg mulai tiba akibat kombinasi dengan perubahan iklim dan pemanasan global.

Pada sisi lain, ia menyampaikan hasil pengamatan di lapangan pada beberapa lokasi masih ditemukan aktivitas merusak, seperti penangkapan ikan memakai bom, pencemaran dan peningkatan pengembangan di wilayah pesisir.

“Kalau pada September diprediksi cuma mulai melanda sekitar 270 desa dapat mencapai 315 dari total 3.248 desa di NTT, maka ketika ini Oktober dapat lebih meluas lagi akibat el nino,” katanya.

“Artinya, cuma ada 315 dari 3.248 desa/kelurahan yg tersebar di 303 kecamatan dalam 21 kabupaten provinsi ini yg sudah dilanda kekeringan akibat el nino,” katanya.

Ia menyampaikan musim hujan pada muim tanam tahun ini sulit diprediksi karena selain hujan yg sifatnya sporadis, belakangan ini justru terjadi panas berkepanjangan dimusim hujan karena berbagai jenis faktor penyebab.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur melaporkan sebanyak 14 dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan dilanda kekeringan.

Daerah yg dilanda kekeringan yakni kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu, Lembata, Flores Timur, Sikka, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya (SBD), Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Sedangkan tiga kabupaten, pemerintah daerah setempat telah melakukan antisipasi dengan anggaran di APBD masing masing di tahun 2017, merupakan Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Sumba Barat.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin