Golkar Mungkin Menarik Diri Dari Keanggotaan Pansus Angket KPK

JAKARTA, – Fraksi Partai Golkar mulai mengevaluasi keberadaan Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga mampu menarik diri dari keanggotaan pansus.

“Jika tak ada jaminan bahwa hasil Pansus KPK itu tak melemahkan KPK, Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat RI mulai menarik anggotanya dari Pansus Angket,” ujar Agus melalui informasi tertulis, Kamis (21/12/2017).

Di samping opsi menarik diri, opsi lainnya yg mulai dipertimbangkan ketika evaluasi adalah memerintahkan anggota pansus yg berasal dari Fraksi Partai Golkar buat menyegerakan kerja pansus dan mengakhirinya.

Jika memungkinkan, masa kerja pansus mampu diakhiri pada masa sidang Dewan Perwakilan Rakyat yg mulai datang.

“Dengan mengambil kesimpulan yg tak ada pelemahan KPK,” tuturnya.

(Baca juga : Evaluasi Keberadaan Pansus Angket KPK, Golkar Akan Gelar Rapat Internal)

Adapun hasil evaluasi tersebut mulai diambil pada masa persidangan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Penolakan terhadap pelemahan KPK menjadi satu dari lima pernyataan politik Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Pernyataan politik tersebut dibacakan oleh Ketua Steering Committee Munaslub Partai Golkar, Ibnu Munzir pada penutupan Munaslub.

Ibnu mengatakan bahwa Golkar tegas dalam pemberantasan korupsi serta meminta aparat tidak tebang pilih dalam memberantas perkara korupsi.

“Dalam rangka mewujudkan penyelenggara negara yg bersih dan bebas korupsi, Partai Golkar mendesak aparat penegak hukum-polri, kejaksaan dan KPK- bagi bersinergi dalam pemberantasan korupsi secara adil, tak tebang pilih serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ujar Ibnu ketika mengatakan pandangan politik, Rabu (20/12/2017).

Dalam poin yg sama, Ibnu juga menegaskan bahwa Golkar menolak pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sejalan dengan itu, Partai Golkar menolak terhadap setiap upaya yg bertujuan bagi melemahkan KPK,” tuturnya.

TV Jokowi – JK banyak dikritik karena tak milik sikap tegas terkait pansus hak angket KPK

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin