Hakim Agung Sarankan Evaluasi Menyeluruh Aparat Peradilan

Jakarta – Hakim Agung Gayus Lumbuun menyarankan pembenahan dan evaluasi menyeluruh segala aparat di seluruh strata peradilan, termasuk para pemimpinnya, menyusul serangkaian penangkapan hakim dan aparatur peradilan dalam dua bulan terakhir.

“Termasuk Pimpinan di segala srata Pengadilan dari PN, PT sampai MA dievaluasi kembali, yg baik dipertahankan yg buruk diganti,” katanya melalui layanan pesan singkat, Sabtu.

Ia menilai konsep pencegahan melalui Pengawasan dan Pembinaan pada aparatur peradilan ketika ini telah tak efektif lagi.

“Saat ini telah bersifat dan bersikap anomali terhadap UUD, Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim, termasuk moralitas,” kata Gayus.

Ia menyebut keadaan sekarang sebagai “keadaan darurat peradilan Indonesia” dan menyampaikan bahwa Presiden selaku Kepala Negara memimpin segera pembenahan aparatur peradilan.

Gayus juga menyindir bahwa cuma orang-orang yg milik kepentingan dalam kondisi dunia paradilan seperti ketika ini yg tak merasakan “tsunami sedang terjadi di dunia peradilan kita”.

KPK pada Kamis (7/9) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan memutuskan orang-orang yg terjaring dalam operasi itu, termasuk Dewi Suryana (hakim tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri Bengkulu) dan Hendra Kurniawan (panitera pengganti), sebagai tersangka perkara suap. Sedangkan Syuhadatul Islamy dari sektor swasta ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Menurut data ICW telah ada tujuh hakim tindak pidana korupsi dan lebih dari 20 hakim, termasuk hakim konstitusi, sudah terjerat masalah korupsi.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin