Hakim Tolak Eksepsi Fredrich Yunadi, Persidangan Tetap Berlanjut

JAKARTA, – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak eksepsi atau nota keberatan yg disampaikan terdakwa Fredrich Yunadi beserta penasehat hukumnya.

Dengan demikian, persidangan terhadap mantan advokat Setya Novanto itu tetap berlanjut.

“Mengadili, menyatakan eksepsi penasehat hukum dan terdakwa tak diterima. Memerintahkan jaksa KPK melanjutkan pemeriksaan perkara,” ujar ketua majelis hakim Syaifuddin Zuhri ketika membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018).

Dalam pertimbangan putusan, hakim menyatakan tak sependapat dengan materi eksepsi yg menyatakan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai delik pidana umum.

(Baca juga: Fredrich Yunadi Dapatkan Ini Setelah Satu Jam Bacakan Eksepsi)

Menurut hakim, pasal tersebut masih termasuk dalam delik pidana khusus yakni tindak pidana korupsi.

Selain itu, hakim menilai surat dakwaan yg dibuat jaksa KPK sudah memenuhi syarat-syarat yg diatur dalam Pasal 143 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Dakwaan sudah menjelaskan identitas terdakwa secara lengkap dan menguraikan waktu dan tempat tindak pidana dilakukan.

“Untuk membuktikan perbuatan Terdakwa, maka baru dapat diketahui dalam sidang pokok perkara,” kata hakim.

Selanjutnya, persidangan mulai dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

TV Fredrich mengaku telah menelpon pihak penyidik KPK bahwa Setya Novanto mengalami kecelakaan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin