Hengkangnya Titiek Soeharto Jadi Tantangan Golkar Lepas Dari Bayang-bayang Orba

JAKARTA, – Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai hengkangnya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto dari Partai Golkar tak mulai berpengaruh banyak terhadap partai yg berlogokan pohon beringin tersebut.

Di sisi lain, kepergian Titiek sekaligus menjadi tantangan buat Partai Golkar buat lepas dari bayang-bayang zaman Orde Baru.

Titiek Soeharto sebelumnya menetapkan bagi bergabung dengan Partai Berkarya, besutan adiknya sendiri yakni Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

“Titiek Soeharto hengkang dari Partai Golkar memang disesalkan, tetapi aku yakini tak mulai berpengaruh banyak terhadap eksistensi Partai Golkar,” kata Ari ketika dihubungi, Rabu (13/6/2018).

Ari berpendapat, Partai Golkar yaitu partai politik yg berpengalaman dan salah satu partai tertua di Indonesia.

Baca juga: Saat Titiek Soeharto Memutuskan Hengkang dari Partai Golkar…

“Dalam pengalamannya (Partai Golkar) bisa lolos dan tetap eksis sebagai partai baru dan modern menghadapi krisis politik 1998 dan bisa memperlihatkan eksistensinya di era reformasi,” kata Ari.

Selain itu, ucap Ari, kepindahan Titiek ke Partai Berkarya justru sebuah tantangan untuk Partai Golkar buat membuktikan tesis baru bahwa kebesaran Golkar selama ini harus lepas dari bayang-bayang Orde Baru dan romantisme dinasti Soeharto.

“Ini kesempatan bagus buat Golkar supaya lebih dapat memperlihatkan eksistensi dan kiprahnya sebagai partai modern dengan sistem kepartaian yg baik, tak bergantung pada tokoh atau figur di partai,” ucap dia.

Oleh sebab itu, kata Ari, hengkangnya Titiek Soeharto dapat membangun optimisme baru bagi lebih membesarkan Partai Golkar di era paska Orde Baru,” kata Ari.

Baca juga: Titiek Soeharto Hengkang, Golkar Khawatir Ditinggal Pencinta Soeharto

“Sebagai partai modern yg tak bergantung ketokohan atau figur partai, tapi bekerjanya sistem kepartaian yg baik,” kata Ari.

Sebelumnya, Titiek Soeharto sempat dikabarkan mulai dijadikan Wakil Ketua MPR oleh Partai Golkar bagi mengantikan Mahyudin. Namun, Mahyudin menolaknya. Setelah penolakan itu, kabar Titik jadi Wakil Ketua MPR meredup.

Tak cuma itu, Titiek juga sempat ingin maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar ketika partai tersebut diterpa badai politik masalah Setya Novanto.

Namun dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar, nama Airlangga Hartarto muncul sebagai calon tunggal. Nama Titiek hilang begitu saja.

Baca juga: Titiek Soeharto Hengkang karena Golkar Mendukung Pemerintah

Titiek dalam informasi resminya mengungkapkan bahwa alasan penting keluar dari Golkar lantaran partai tersebut berstatus sebagai pendukung pemerintah.

Di sisi lain, ia merasa gerah dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo karena dinilai gagal menyejahterakan masyarakat. Namun, karena dulunya berstatus sebagai kader Golkar, ia tidak mampu mengkritik pemerintah.

Ia mencontohkan kegagalan pemerintah salah satunya adalah tidak mampu mengontrol masuknya tenaga kerja asing, padahal menurut Titiek, masih banyak pengangguran di Indonesia.

TV Titiek Soeharto bergabung dengan Partai Berkarya yg dipimpin oleh adiknya sendiri Tommy Soeharto.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin