Imigrasi Kesulitan Awasi Asing Di Pulau Terluar

Meulaboh, Aceh – Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengaku kesulitan mengawasi keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah kerjanya yg memiliki dua kepulauan terluar.

“Karena pegawai Imigrasi Meulaboh cuma berjumlah 16 orang, buat seksi pengawasan cuma berjumlah tiga orang, itupun telah termasuk Kasi. Sementara secara geografis ada dua kepulauan terluar yg mesti kita awasi,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, Imam Santoso, di Meulaboh, Senin.

Imigrasi Meulaboh membawahi delapan kabupaten/kota di wilayah barat selatan Aceh, akan dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

Pada wilayah tersebut terdapat dua kepulauan terluar yg selama ini menjadi destinasi wisata bahari yakni, Sinabang, Kabupaten Simeulue dan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, kedua kepulauan terluar itu diduga kerap kedatangan tamu asing.

Sementara jarak tempuh dan geografis wilayah terpisah dengan lautan, karena itu butuh pengawasan lebih ketat, perlunya pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK), disamping juga sudah terbantu dengan adanya tim Pengawasan Orang Asing (Pora).

“Kami selama ini beruntung sudah terbentuk Tim Pora sehingga dapat mendeteksi dan mengamankan WNA yg diduga melakukan pelanggaran Keimigrasian. Tapi tetap saja tak ideal karena keterbatasan sumber daya manusia internal,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, pada Jumat, (3/11) TNI Angkatan Laut (AL) Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan dan mengamankan seorang WNA yang berasal Tiongkok, atas nama Hu Jiebin (35) ketika berjualan pakaian, setelah pemeriksaan awal ternyata melakukan pelanggaran keimigrasian yakni, penyalah gunaan izin tinggal.

Kata Imam Santoso, dari hasil pengembangan sementara dalam pendetesian (penahanan sementara) oleh Kantor Imigrasi Meulaboh, asing tersebut bahkan telah berulang keluar masuk Indonesia, bahkan diketahui telah pernah ke Simeulue, Aceh.

Didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Meulaboh, Iskandar Yus, dijelaskan, terhadap dugaan tindak pelanggaran yang lain yg berpotensi dikerjakan masih dalam proses pemeriksaan, hingga diterbitkannya surat penyelidikan.

“Sebab itu kalian mengharapkan kerjasama masyarakat juga bagi melaporkan pada kalian dan tim Pora bila melihat warga asing. Bisa juga ke pihak aparat kepolisian karena telah ada kerjasama ditingkat pusat,” katanya menambahkan.

(T.KR-ANW/H011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin