Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama Ketenagakerjaan

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat buat meningkatkan kerja sama bidang ketenagakerjaan melalui perundingan kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Di bidang ketenagakerjaan ada dua hal yg dibahas antara Indonesia dan Australia merupakan soal pendidikan dan pelatihan vokasi serta pertukaran pekerja profesional,” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam informasi pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis.

Menaker menerima Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo dan membahas perundingan kerja sama ekonomi IA-CEPA bidang ketenagakerjaan tersebut pada Rabu (20/9).

“Jadi menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull yg telah sepakat bahwa pada akhir tahun ini kedua negara harus telah menyelesaikan perundingan kerja sama ekonomi,” kata Hanif.

Berkaitan dengan kerja sama di bidang pelatihan, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) telah bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Australia.

“Sebenarnya tanpa perundingan IA-CEPA pun, BLK di Indonesia telah bekerja sama dengan BLK di Australia. Tapi ke depannnya kalian harus tingkatkan kerja sama pelatihan vokasi di BLK-BLK,” ungkap Hanif.

Ditambah lagi, kata Hanif, ketika ini pihak asing telah memungkinkan bagi turut serta berinvestasi dalam pelatihan kerja dan membangun BLK sehingga diperbolehkan buat mengelola pengoperasikan BLK di Indonesia.

Sementara itu, mengenai pertukaran pekerja profesional , Hanif menjelaskan ada beberapa bidang yg tenaga terampil yang berasal Indonesia sudah diminta oleh Australia buat dipertukarkan.

“Salah satu yg diminati adalah adalah tenaga bidang teknologi informasi,” ujar Hanif.

Menanggapi hal tersebut, Menaker Hanif menyampaikan pihaknya masih perlu berdiskusi dengan asosiasi profesi terlebih dahulu.

“Kita harus berdiskusi dengan asosiasi profesi terlebih dahulu, jangan-jangan di Indonesia sendiri malah sedang dibutuhkan tenaga bidang teknologi keterangan yg lebih banyak,” kata Hanif.

Untuk pertukaran tenaga kerja profesional, Menaker menyatakan memberlakukan persyaratan yg sama untuk tenaga kerja asing yg mulai masuk ke Indonesia.

“Tidak ada pengecualian, bukan karena ada kerja sama IA-CEPA berarti tenaga kerja dari Australia mendapat perlakuan khusus. Semua tenaga kerja asing yg mulai masuk ke Indonesia harus melewati prosedur yg sama dan mematuhi aturan ketenagakerjaan RI,” jelas Hanif.

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin