Indonesia Sudah Bersepakat Bersatu Dalam Pancasila

Jakarta – Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait menyampaikan bangsa Indonesia telah bersepakat bersatu dalam ideologi Pancasila oleh karena itu utama merawat kebhinekaan.

“Kita telah bersepakat bersatu didalam ideologi Pancasila, indahnya bersatu dan keberagaman itu harus dirawat ada empati dan simpati itu menjadi utama buat merawat kebhinekaan tersebut,” ujar Maruarar di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan Bangsa Indonesia dengan seluruh keberagaman suku dan keyakinan, dan pendapat setiap warganya harus dihargai, dengan cara santun dan bijaksana. Kebhinekaan terus mengedepankan persaudaraan dan tolerasi, walau berbeda-beda , masyarakat saling menghormati perbedaan itu dengan cara merawatnya merupakan saling memahami.

Salah satu cara yg dikerjakan TMP, yakni dengan melakukan kirab kebangsaan.Pada Minggu (29/10), kirab kebangsaan dikerjakan di Bogor dan diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

TMP juga sudah menggelar kirab kebangsaan dan kirab budaya di berbagai tempat seperti Karawang, Kabupaten Bogor, Bandung, Magelang, Majalangka, Subang, Tapanuli Utara, dan lainnya.

Maruarar yg akrab disapa Ara mengatakan, kirab kebangsaan digelar buat memacu kreativitas anak muda. Selain bagi memperkenalkan budaya.

“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nasionalisme dan pemahaman Pancasila sebagai ideologi NKRI. Kita ingin segala menjaga pluralisme dan kebhinnekaan agar bangsa ini tetap utuh,” kata dia.

Ara mengaku gembira mampu tiba ke Kota Bogor karena warganya yg baik. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tinggal di Bogor. Menurutnya, Presiden Jokowi mengakui masih ada kesenjangan antara kaya dan miskin di tengah masyarakat Indonesia. Juga adanya kesenjangan antara wilayah barat dan timur.

“Selama ini masih ada harga bahan bakar minyak (BBM) yg beda antara Jawa dan timur Indonesia. Sekarang harga telah sama,” katanya.

Dia memaparkan empat hal yg sudah dikerjakan pemerintahan Jokowi dalam upaya pemerataan kesejahteraan. Pertama, penerbitan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yg telah mengakses 19 juta siswa. Kedua, Kartu Indonesia Sehat (KIS) yg kini telah dinikmati sekitar 90 juta orang. Kebijakan ketiga adalah sertifikat tanah yg dibagikan oleh pemerintah, dan keempat adalah anggaran dana desa.

“Ada puluhan ribu desa. Tidak ada satu pemerintahan selama ini yg mengalokasikan dana hingga Rp60 triliun bagi membangun desa. Itu yg dikerjakan pemerintahan Jokowi-JK. Betul ada kesenjangan tapi Jokowi melakukan kebijakan yg memihak kepada rakyat desa,” imbuh Ara.

(I025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin