Ini Pasal RKUHP Yang Berpotensi Mengkriminalisasi Pegiat Antikorupsi

JAKARTA, – Anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter mengungkapkan bahwa dalam draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP) terdapat beberapa pasal yg berpotensi mengkriminalisasi pegiat anti-korupsi.

Menurut Lola, RKUHP ketika ini mengatur banyak pasal pidana yg bisa digunakan buat membungkam kritik dan kebebasan berpendapat.

“Masalahnya selain bias dan multitafsir, pasal-pasal tersebut juga mampu memberangus kebebasan berekspresi dan berpendapat,” ujar Lola dalam sebuah diskusi terkait RKUHP, di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Minggu (10/6/2018).

Lola mencontohkan potensi penggunaan Pasal 303 huruf c RKUHP terhadap pegiat anti-korupsi yg mengkritisi masalah korupsi dalam lembaga peradilan.

Pasal tersebut mengatur soal pelarangan menghina dan menyerang integritas hakim.

Baca juga: RKUHP Berpotensi Hentikan Penuntasan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Ia menilai pasal tersebut bisa bisa digunakan bagi menyerang pegiat anti-korupsi yg kerap mengkritik integritas hakim yg terjerat perkara korupsi maupun operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bagaimana kalian mengatakan kritik terhadap MA misalnya yg masih banyak masalah, bayangkan kalau fungsi kritik tak berjalan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Lalola, terdapat pula pasal-pasal yg berpotensi melanggar jaminan kebebasan berekspresi dan berpendapat terhadap lembaga pemerintah.

Baca juga: Tak Ada Terjemahan Resmi, Pembahasan RKUHP Diminta Ditunda

Beberapa pasal-pasal tersebut antara lain, Pasal 238 mengenai penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden, Pasal 259 terkait pernyataan permusuhan pada pemerintah, dan Pasal 380 mengenai penghinaan terhadap kekuasaan umum dan lembaga negara.

“Ada upaya pemberangusan kebebasan berpendapat yg ekstrem. Lembaga peradilan dan pemerintah kan bukan lembaga yg tanpa masalah,” kata Lola.

TV Jalan tengah seperti apa yg dapat diambil agar upaya menciptakan anggota legislatif yg bersih dan berintegritas dapat terwujud?

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin