Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Setya Novanto

JAKARTA, – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permohonan Setya Novanto bagi memeroleh status sebagai justice collaborator. Menurut jaksa, Novanto tak memenuhi syarat sebagai saksi pelaku yg bekerja sama dengan penegak hukum.

“Dari informasi terdakwa, kalian jaksa penuntut umum menilai terdakwa belum memenuhi kualifikasi sebagai justice collaborator. Untuk itu, jaksa belum bisa memenuhi permohonan terdakwa,” ujar jaksa Abdul Basir ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/3/2018).

(Baca juga: Jaksa Tuntut Hak Politik Novanto Dicabut 5 Tahun Setelah Pidana Selesai)

Menurut jaksa, sesuai ketentuan perundangan, pemohon justice collaborator haruslah seorang pelaku tindak pidana yg mengakui perbuatan dan memberikan informasi signifikan buat mengungkap pelaku yang lain yg lebih besar.

Meski demikian, informasi yg disampaikan terdakwa mulai digunakan sebagai pertimbangan yg komprehensif, sehingga memberikan tuntutan pidana yg adil.

(Baca juga: Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara)

 

Novanto sebelumnya mengajukan permohonan sebagai justice collaborator pada 10 Januari 2018.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa. Novanto juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

TV Dalam surat dakwaan jaksa, Anang Sugiana berperan memberi uang kepada Setya Novanto sebesar 3, 5 juta dollar Amerika Serikat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin